Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Perempuan SPEE FSPMI Kota Batam

Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Perempuan SPEE FSPMI Kota Batam

Batam, KPonline – Hari ini (16/1), bertempat di Auditorium FSPMI Kota Batam, perempuan-perempuan pekerja anggota FSPMI Kota Batam menghadiri Konsolidasi Bidang Perempuan PP SPEE FSPMI. Hari libur nasional tidak menjadikan semangat para perempuan ini turut libur dalam agenda mencerdaskan serta memotivasi untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan. Agenda ini mendatangkan narasumber dari Pimpinan Pusat SPEE FSPMI.

Mundiah, Vice President Bidang Perempuan PP SPEE FSPMI sebagai salah satu narasumber membuka materi yang disampaikan dengan membuka mindset para peserta konsolidasi tentang pentingnya perempuan untuk mau maju sebagai pemimpin. Perempuan tidak boleh merasa minder dan tidak percaya diri untuk maju sebagai pemimpin dalam organisasi, karena dalam FSPMI peluang agar perempuan menjadi pemimpin sangat terbuka lebar.

Bacaan Lainnya

Diskusi narasumber dengan peserta berlangsung sangat interaktif membahas permasalahan saat perempuan-perempuan menjadi pemimpin. ‘Teh Mun’ panggilan akrab dari Mundiah, menjawab dengan bahasa yang sederhana semua pertanyaan dari peserta.

Pipin Supinah dan Kusuma Dewi sebagai narasumber, menyampaikan materi tentang kepemimpinan perempuan serta pembahasan tentang ILO 190. Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Nomor 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja, perjanjian internasional pertama yang mengakui hak setiap orang atas dunia kerja yang bebas dari kekerasan dan pelecehan, termasuk yang berbasis gender, dengan cakupan luas meliputi sektor formal, informal, hingga perjalanan terkait pekerjaan. Konvensi ini bertujuan menciptakan budaya kerja sehat dengan perlindungan komprehensif, melibatkan pemerintah, pengusaha, dan pekerja melalui konsultasi tripartit, dan mendefinisikan kekerasan sebagai ancaman kerugian fisik, psikologis, atau ekonomi.

FSPMI sebagai organisasi Serikat Pekerja sangat peduli terhadap perkembangan wawasan, pengetahuan dan menjadikan anggotanya sebagai pekerja yang cerdas tanpa memilih atau membedakan gender anggotanya.

Pos terkait