Menjaga Konsistensi Perjuangan Serikat Pekerja

Menjaga Konsistensi Perjuangan Serikat Pekerja

Tegal, KPonline — Konsistensi menjadi kunci agar suara pekerja tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan dalam kebijakan nyata. Prinsip militansi, solidaritas, serta penguatan kaderisasi terus dijaga untuk memastikan keberpihakan terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan pekerja.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan koordinasi antar Pimpinan Unit Kerja (PUK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Tegal yang digelar di kediaman Koordinator FSPMI Tegal, Dedy Supriyanto, S.H., di Jalan Salatiga, Pekauman Kulon, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Sabtu (24/01/2026).

Koordinasi yang berlangsung di awal tahun 2026 ini menjadi langkah awal pergerakan perjuangan serikat pekerja ke depan. Kegiatan tersebut bertujuan agar masing-masing PUK memiliki strategi perjuangan yang matang serta mampu memperkuat soliditas pengurus dan anggota.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah konsolidasi antar PUK terkait Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) pasca sidang rapat pleno penetapan upah tahun 2026. Dalam forum tersebut, disoroti penetapan UMSK yang dinilai masih cenderung subjektif karena tidak sepenuhnya mengacu pada klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), melainkan berdasarkan nama perusahaan yang tercantum dalam surat Dewan Pengupahan, sehingga dinilai tidak merata.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, FSPMI Tegal menegaskan tidak akan menyerah dan akan terus berjuang untuk perbaikan kebijakan pengupahan pada tahun-tahun mendatang. Selain itu, forum koordinasi ini juga dimanfaatkan sebagai ruang problem solving untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi masing-masing PUK, sekaligus memperkuat komitmen menjaga komunikasi yang aktif dan berkelanjutan antar pengurus dan anggota.

Kontributor Tegal