Makassar, KPonline – Ratusan pekerja Indomaret Makassar yang tergabung dalam Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Indomarco Prismatama mendatangi Kantor Cabang PT Indomarco Prismatama Makassar pada Rabu (24/02/26), untuk menindaklanjuti persoalan sistem pengupahan yang dianggap masih tidak sesuai dengan kenaikan gaji.
Para Pekerja Indomaret Makassar tersebut turun ke jalan karena merasa tuntutan mereka belum sepenuhnya ditanggapi oleh pihak manajemen, terutama terkait sistem pengupahan di area toko yang paling banyak merasakan dampak ketidakadilan tersebut.
Ratusan pekerja indomaret tersebut adalah dari berbagai departemen, yang kemudian dipimpin oleh Samsul Buhaeri, selaku Ketua PUK SPAI FSPMI PT. Indomarco Prismatama Makassar, dirinya menyatakan bahwa perlawanan ini dilakukan karena pihak manajemen belum menanggapi tuntutan pekerja.
“Kami melakukan Aksi ini karena sudah beberapa kali kami melakukan komunikasi yang baik dengan manajemen, tapi tuntutan kami belum ditanggapi. Kami menuntut hak kami yang seharusnya, dan kami tidak akan mundur sampai tuntutan kami dipenuhi,” ucapnya.
Samsul menambahkan, bahwa aksi yang di lakukan pada hari ini adalah aksi yang resmi dan terstruktur. “Sejak 5 hari yang lalu, saya sendiri selaku ketua yang datang langsung membawa surat penyampaian aksi ke polrestabes makassar, kami juga telah membangun komunikasi dengan pihak dari Intelkam Polda Sulsel dan mereka menerima dengan baik. Jadi kami pastikan aksi hari ini adalah aksi yang resmi dan akan di lakukan selama dua hari,” ujar Samsul.
Tuntutan mereka meliputi dua poin utama, yaitu:
1. Hapus sistem pemberian sanksi otomatis yang dianggap tidak sesuai dengan prosedur dan peraturan perundang-undangan.
2. Segera lakukan penyesuaian upah terhadap pekerja yang masih tidak sesuai antara karyawan lama dan baru.
Walaupun berjalan agak alot, manajemen akhirnya memberikan ruang untuk melakukan perundingan dan memberikan kesempatan kepada beberapa perwakilan departemen.
Setelah melakukan perundingan yang memakan waktu kurang lebih 2 jam, manajemen setuju untuk mencabut sistem pemberian sanksi otomatis dan menggantinya dengan teguran.
Selain itu, manajemen juga akan melakukan identifikasi dan tindaklanjuti para pekerja/karyawan yang upahnya tidak sesuai, serta mereka akan melakukan koordinasi dengan manajemen pusat di jakarta.
Manajemen PT. Indomarco Prismatama Makassar meminta waktu untuk koordinasi dengan manajemen pusat terkait tuntutan pekerja. Dengan demikian, diharapkan persoalan sistem pengupahan dapat diselesaikan dengan baik.
Dari informasi yang didapatkan dari pihak pengurus PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama Makassar, bahwa kemungkinan aksi akan dilanjutkan lagi di hari esok jika masih ada hal dan sesuatu yg berlawanan dengan apa yang menjadi hasil pada hari ini.