Dalam organisasi, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, dan kadang-kadang, perpecahan tidak dapat dihindari. Namun, yang penting adalah bagaimana kita mengelola situasi tersebut dan memulihkan organisasi.
Halte pemberhentian bisa menjadi analogi yang tepat untuk menggambarkan titik transisi atau seleksi alam dalam organisasi. Anggota yang keluar karena perbedaan pendapat bisa diibaratkan seperti penumpang yang memutuskan turun di halte tertentu karena merasa tujuan atau rute kendaraan sudah tidak sejalan lagi dengan arah yang ingin mereka tempuh.
Untuk mengelola situasi ini, kita perlu fokus pada mitigasi konflik dan rekrutmen anggota baru yang memiliki keselarasan budaya dengan arah baru organisasi.
Pertama, kita perlu memulihkan “kesehatan” internal dengan menciptakan ruang aman dan terbuka bagi anggota yang bertahan. Kemudian, kita perlu mengidentifikasi akar masalah dan mendefinisikan kembali “rute” organisasi.
Dalam rekrutmen, kita perlu prioritaskan kesamaan visi dan melakukan screening ketat untuk membedah bagaimana calon anggota menyikapi perbedaan pendapat dan tekanan. Transparansi kondisi juga penting untuk menarik calon yang memiliki loyalitas tinggi dan semangat membangun dari awal.
Integrasi dan rebranding juga bisa menjadi opsi untuk membangkitkan antusiasme dan memperkuat identitas organisasi. Dengan demikian, kita bisa memulihkan organisasi dan membuatnya lebih Kompak, kuat dan Hebat. (Yanto)