Surabaya, KPonline — Aksi unjuk rasa buruh PT Pabrik Kertas Indonesia (PT PAKERIN) Mojokerto kembali berlanjut memasuki hari ketiga. Ratusan buruh masih bertahan menyuarakan tuntutan mereka di Pakuwon Tower, Jalan Embong Malang, Surabaya, tepatnya di lantai 27, pada Rabu (14/1/2026) malam.
Aksi tersebut diwakili oleh Agus Supriyanto, S.H., Pujianto, S.H., M.H. selaku Sekretaris DPW, serta Doni Aryanto selaku Koordinator Konsulat Cabang (KC) Surabaya. Para perwakilan buruh menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perjuangan kolektif untuk menuntut kejelasan pemenuhan hak-hak buruh yang hingga kini belum direalisasikan.
Dalam tuntutannya, buruh PT PAKERIN mendesak Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) agar segera mencairkan dana milik perusahaan sebesar Rp250 miliar. Dana tersebut dinilai sangat mendesak untuk menopang operasional perusahaan sekaligus membayarkan upah buruh yang tertunggak selama tiga bulan.
Diketahui, PT PAKERIN merupakan nasabah BPR Prima Master Bank (sebelumnya Bank Prima) dengan total nilai tabungan dan deposito mencapai sekitar Rp1 triliun. Namun sejak BPR Prima Master Bank ditetapkan berstatus Bank Dalam Resolusi (BDR) dan diambil alih oleh LPS, kewenangan pencairan dana sepenuhnya berada di bawah otoritas LPS.
Para buruh menilai lambannya pencairan dana tersebut telah berdampak langsung terhadap keberlangsungan operasional perusahaan dan mengancam kesejahteraan ribuan pekerja beserta keluarganya. Kondisi ini dikhawatirkan akan berujung pada penghentian aktivitas produksi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) massal apabila tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, buruh PT PAKERIN menegaskan akan terus melanjutkan aksi hingga terdapat kejelasan dan keputusan konkret dari pihak LPS. Aksi unjuk rasa hari ketiga ini berlangsung secara tertib dan damai, dengan harapan pemerintah serta pihak terkait segera memberikan respons demi kepastian hukum, keberlangsungan usaha, dan perlindungan terhadap hak-hak buruh.
(Kontributor Surabaya)



