Pekanbaru, KpOnline-
Konflik berkepanjangan antara Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Provinsi Riau dengan manajemen PT. Surya Bratasena Plantation akhirnya menemui titik terang.
Melalui inisiasi dari Bidang Desk Ketenagakerjaan Kepolisian Daerah Riau, kedua belah pihak sepakat untuk duduk bersama guna menyelesaikan sengketa terkait peemasalahan pekerja dan aturan ketenagakerjaan, Jum’at (13/03/2026).
Pertemuan yang berlangsung tersebut dihadiri oleh perwakilan manajemen perusahaan, pengurus DPW FSPMI Riau, serta jajaran kepolisian sebagai fasilitator. Langkah ini diambil sebagai respons atas eskalasi tuntutan serikat pekerja yang sebelumnya mendesak penyelesaian perselisihan antara perusahaan dan pekerja.
Pihak Kepolisian melalui Desk Ketenagakerjaan menekankan pentingnya mencapai solusi yang berkeadilan bagi keluarga korban tanpa mengabaikan stabilitas iklim kerja di sektor perkebunan. Dalam proses mediasi tersebut, pihak perusahaan akhirnya menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Serta pihak perusahaan bersepakat untuk memberikan dan memenuhi hak pekerja sesuai dengan kesepakatan yang dituangkan dalam berita acara penyelesaian masalah di hadapan petugas kepolisian.
Ketua DPW FSPMI Provinsi Riau menyambut baik langkah proaktif pihak kepolisian dalam menjembatani kebuntuan komunikasi yang terjadi selama ini. Ia menegaskan bahwa fokus utama serikat pekerja adalah memastikan martabat buruh dan keselamatan anggota keluarga mereka terlindungi di lingkungan perusahaan.
“Kami mengapresiasi Desk Ketenagakerjaan Polda Riau yang telah menginisiasi pertemuan ini hingga masalah dapat diselesaikan secara komprehensif,” ujarnya.
Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, bahwa tuntutan terhadap pihak perusahaan telah dipenuhi dan penyelidikan internal dianggap selesai melalui mekanisme mufakat. Pihak kepolisian pun menutup sesi mediasi dengan harapan agar sinergi antara serikat pekerja dan manajemen perusahaan di Provinsi Riau dapat terus terjaga melalui dialog-dialog yang konstruktif dan transparan.