Meksiko, KPonline-Gelombang perubahan tengah mengguncang dunia kerja Meksiko. Di satu sisi, pemerintah mengumumkan kebijakan yang terdengar revolusioner bagi buruh. Di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan paradoks yang tak bisa diabaikan, dimana angka pengangguran rendah, namun mayoritas pekerja masih terjebak dalam sektor informal.
Upah Minimum Naik Tajam di 2026
Pada Januari 2026, pemerintah Meksiko resmi menaikkan upah minimum harian sebesar 13%, mendorong nilainya ke kisaran 315 peso per hari (sekitar $17 USD). Di wilayah perbatasan utara, kawasan strategis industri dan perdagangan angkanya bahkan lebih tinggi.
Langkah ini memperpanjang tren kenaikan agresif yang telah berlangsung sejak 2018. Pemerintah mengklaim kebijakan tersebut sebagai bukti keberpihakan pada kelas pekerja dan upaya memulihkan daya beli. Namun pelaku usaha memperingatkan risiko tekanan biaya produksi dan potensi relokasi bisnis.
Bagi buruh, pesan yang tertangkap jelas: negara mulai mengoreksi ketimpangan lama. Tapi pertanyaannya, apakah kenaikan ini cukup untuk mengimbangi inflasi dan biaya hidup yang terus merangkak?
Menuju Minggu Kerja 40 Jam
Perubahan besar lainnya sedang diproses. Meksiko kini membahas amandemen hukum ketenagakerjaan untuk mengurangi jam kerja mingguan dari 48 jam menjadi 40 jam. Reformasi ini dirancang berlangsung bertahap antara 2027 hingga 2030.
Pendukung kebijakan menyebut ini sebagai lompatan bersejarah menuju standar kerja modern. Kritiknya pun keras: dunia usaha khawatir terhadap produktivitas dan lonjakan beban operasional, sementara pekerja berharap kualitas hidup yang lebih manusiawi.
Debatnya bukan sekadar soal jam kerja, melainkan tentang model ekonomi yang ingin dibangun Meksiko ke depan.
Pengangguran Rendah, Tapi…
Data Februari 2025 menunjukkan tingkat pengangguran Meksiko berada di sekitar 2,5%, angka yang mencerminkan pasar tenaga kerja ketat. Secara statistik, ini tampak seperti kisah sukses.
Namun angka tersebut menyimpan cerita lain.
Lebih dari 50% tenaga kerja Meksiko masih bekerja di sektor informal. Artinya, jutaan orang bekerja tanpa perlindungan jaminan sosial, tanpa kepastian pendapatan, dan sering kali tanpa hak ketenagakerjaan dasar.
Paradoks ini menampar narasi optimisme. Rendahnya pengangguran tidak otomatis berarti kesejahteraan. Banyak warga bekerja, tetapi dalam kondisi rentan.
Ledakan Ekonomi Gig
Fenomena lain yang tak kalah mencolok adalah pertumbuhan pesat pekerjaan berbasis platform digital. Sepanjang 2025, sekitar tiga dari empat pekerjaan baru dikaitkan dengan ekonomi “gig” — pengemudi, kurir, dan layanan berbasis aplikasi.
Dibalik fleksibilitas yang dijanjikan, muncul kekhawatiran tentang stabilitas pendapatan, perlindungan kerja, dan masa depan karier. Lapangan kerja formal justru menunjukkan perlambatan.
Apakah ini pertanda transformasi ekonomi, atau sinyal melemahnya kualitas pekerjaan?
Nearshoring: Peluang Emas yang Rapuh
Strategi nearshoring, pemindahan pabrik dari Asia mendekati pasar Amerika Serikat terus mengalirkan investasi ke Meksiko, terutama di sektor manufaktur dan wilayah utara.
Optimisme industri tumbuh, didorong kedekatan geografis dan biaya tenaga kerja kompetitif. Tetapi bayang-bayang ketidakpastian tarif dan kebijakan perdagangan AS menjadi ancaman laten.
Investor melihat peluang. Pekerja melihat harapan. Pasar melihat risiko.
Gap Gender yang Membandel
Meski ada kemajuan, kesenjangan partisipasi tenaga kerja antara perempuan dan laki-laki di Meksiko masih termasuk yang terbesar di antara negara-negara OECD. Banyak perempuan tetap berada di luar pasar kerja formal akibat hambatan struktural, sosial, dan ekonomi.
Isu ini menjadi pengingat bahwa reformasi upah dan jam kerja saja belum cukup. Tanpa inklusi gender yang nyata, potensi ekonomi nasional akan terus tereduksi.
Titik Persimpangan Dunia Kerja Meksiko
Meksiko kini berada di persimpangan krusial. Upah minimum naik signifikan. Reformasi jam kerja sedang disiapkan. Investasi manufaktur menguat. Tetapi dominasi sektor informal dan ledakan ekonomi gig menimbulkan pertanyaan mendasar tentang kualitas pekerjaan.
Apakah perubahan ini akan melahirkan kelas pekerja yang lebih sejahtera, atau sekadar mempercantik statistik?
Yang pasti, dinamika ketenagakerjaan Meksiko bukan lagi sekadar isu domestik. Dampaknya merambat ke rantai pasok global, daya saing industri, dan masa depan jutaan pekerja.