Manajemen PT MTM dan PUK SPAMK FSPMI Resmi Buka Perundingan PKB Periode 2026-2028

Manajemen PT MTM dan PUK SPAMK FSPMI Resmi Buka Perundingan PKB Periode 2026-2028

BEKASI,KPonline – Manajemen PT Menara Terus Makmur (MTM) bersama Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Automotive Mesin Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAMK FSPMI) PT MTM secara resmi memulai agenda opening perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk periode 2026-2028, Senin (9/3) kemarin.

Acara dibuka dengan pembacaan Surat Tugas Nomor: 001/ST/B/III/2026 oleh Direktur PT MTM, Noer Rachman Efendie. Dalam perundingan kali ini, manajemen mendelegasikan tim yang terdiri dari tujuh orang di bawah pimpinan Joko Nurcahyono selaku Dept Head Marketing & HC.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Noer Rachman Efendie menyampaikan harapannya agar proses negosiasi antara kedua belah pihak dapat berjalan dengan harmonis. Ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas demi keberlangsungan bisnis perusahaan.

“Kami berharap perundingan ini berjalan kondusif. Mohon dijaga sebaik-baiknya demi kemajuan PT MTM,” ujar Noer Rachman di hadapan delegasi perunding.

Di sisi lain, PUK SPAMK FSPMI PT MTM menurunkan seluruh jajaran pengurus. Tim perunding dari pihak serikat diketuai oleh Slamet Waluyo, yang menjabat sebagai Ketua Bidang Advokasi.

Sekretaris PUK SPAMK FSPMI PT MTM, Wartono Arip Bintoro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan draf usulan perubahan PKB dan siap berdiskusi. Wartono menegaskan prinsip utama serikat adalah mempertahankan dan meningkatkan hak-hak yang sudah ada.

“Pada prinsipnya, PKB ini jangan sampai menghilangkan kesejahteraan yang sudah ada sebelumnya. Terkait disiplin dan hal-hal yang meningkatkan produktivitas perusahaan, serikat pekerja akan terus mendukung,” tegas Wartono.

Lebih lanjut, ia juga meminta pengertian dari pihak manajemen apabila nantinya muncul dinamika argumen selama proses diskusi berlangsung. Hal tersebut dinilai wajar dalam upaya mencapai kesepakatan yang adil bagi pengusaha maupun pekerja.

Perundingan ini dijadwalkan akan berlangsung dalam beberapa pertemuan ke depan untuk menyepakati poin-poin krusial yang akan menjadi landasan hubungan industrial di PT MTM selama dua tahun mendatang.

Pos terkait