Sidoarjo, KPonline – Singkat, padat, mengharukan dan sarat makna. Hanya satu kalimat itu yang disampaikan Heri Novianto, Pimpinan Pusat SPL FSPMI, saat memberikan sambutan dalam peringatan HUT FSPMI ke-27 yang digelar PUK SPL FSPMI PT Pakarti Riken Indonesia (Parin), Jumat (6/2/2026), di area parkir perusahaan.
Di hadapan ratusan anggota yang hadir, Heri tak berpanjang kata. Ia hanya mengucapkan, “Terima kasih, kawan-kawan,” sembari menundukkan badan ke arah anggota. Gestur sederhana, namun cukup untuk menyampaikan penghormatan dan emosi yang sulit diwakili rangkaian kalimat panjang.
Kalimat itu menjadi bermakna karena Heri Novianto bukan saja Pengurus organisasi. Ia adalah pendiri FSPMI di PT Parin pada tahun 2001. Artinya, usia PUK SPL FSPMI PT Parin yang kini memasuki 25 tahun nyaris seumur dengan FSPMI itu sendiri.
Seperempat abad perjalanan organisasi bukan lintasan yang lurus. Suka dan duka berorganisasi telah dilalui: kekalahan dan kemenangan dalam perjuangan, pasang surut militansi anggota, hingga ancaman melemahnya organisasi yang kerap menghantui banyak serikat pekerja. Jika hari ini serikat masih berdiri kokoh, itu berarti sebagian besar harapan awal saat organisasi ini didirikan telah menemukan bentuknya.
Heri Novianto dikenal sebagai organisator, konseptor, sekaligus orang yang paham lapangan. Ia telah menyaksikan banyak serikat pekerja tumbuh, lalu gugur dan menghilang. Namun pagi itu, organisasi yang ia rintis masih berdiri, dan ia masih hadir mendampingi.
Melihat ratusan anggota berkumpul dalam peringatan HUT FSPMI ke-27 menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Tidak berlebihan jika Heri disebut sebagai salah satu pembayar iuran FSPMI terlama di Jawa Timur, bahkan hingga hari ini ia tetap aktif membayar meski telah menjadi tokoh di tingkat nasional.
Dengan latar perjalanan itulah, kalimat “Terima kasih, kawan-kawan” tidak lagi terdengar singkat. Ia adalah ungkapan yang dirajut dari pengalaman panjang berorganisasi, dunia aktivisme, dan konsistensi perjuangan selama lebih dari seperempat abad.
(Khoirul Anam – Foto oleh Jarwo )



