Jakarta, KPonline – Ketua Exco Partai Buruh Kabupaten Lumajang, Lia Mayangsari, menegaskan komitmen kuat Partai Buruh Lumajang dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat, khususnya kaum buruh dan pekerja, melalui partisipasi aktif dalam rangkaian Kongres V Partai Buruh yang digelar di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jalan Angkasa No. 1, RT 07/RW 05, Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).
Lia menyampaikan bahwa kehadiran Exco Partai Buruh Kabupaten Lumajang di Jakarta merupakan bentuk keseriusan dalam mengawal arah perjuangan partai ke depan. Rombongan Exco Lumajang hadir sehari sebelum pelaksanaan Kongres V untuk mengikuti seminar internasional yang menghadirkan Machris Cabreros (Global Coordinator of Progressive Alliance). Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat perspektif perjuangan buruh dalam konteks global dan demokrasi progresif.
Selanjutnya, Exco Partai Buruh Lumajang mengikuti sidang-sidang Kongres V Partai Buruh yang menjadi forum tertinggi partai dalam menetapkan arah kebijakan serta memilih pimpinan atau Presiden Partai Buruh periode 2026–2031. Dalam momentum penting tersebut, Lia menegaskan bahwa Exco Partai Buruh Lumajang tetap solid dan berkomitmen mendukung Ir. H. Said Iqbal sebagai Presiden Partai Buruh.
“Bagi kami, Ir. H. Said Iqbal adalah pahlawan buruh. Kepemimpinan dan konsistensinya dalam memperjuangkan hak-hak buruh sudah tidak diragukan lagi,” tegas Lia.
Ia berharap, dengan kepemimpinan yang kuat dan arah perjuangan yang jelas, Partai Buruh mampu meraih kemenangan pada Pemilu 2029, sehingga kesejahteraan kaum buruh benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Lia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya buruh pabrik, buruh tani, buruh nelayan, kaum miskin kota, serta pekerja sektor informal, untuk meningkatkan kesadaran politik dan memberikan dukungan penuh kepada Partai Buruh. Menurutnya, Partai Buruh merupakan partai yang secara konsisten memperjuangkan upah layak, jaminan kesehatan melalui serikat pekerja, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Ia menyoroti berbagai kebijakan yang dinilai merugikan buruh, seperti Omnibus Law Cipta Kerja, yang dinilainya telah melahirkan sistem upah murah, kontrak kerja jangka panjang, serta pengurangan hak pesangon pekerja hingga hanya 0,5 persen. “Aturan-aturan tersebut merupakan produk politik partai-partai besar di parlemen yang telah mendzolimi rakyat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lia menekankan pentingnya dukungan dari anak muda, ibu rumah tangga, dan seluruh pekerja/buruh untuk bersama-sama menyelamatkan demokrasi dan masa depan generasi bangsa.
“Jika masyarakat ingin menyelamatkan generasi bangsa ke depan, maka pada Pemilu 2029, mari dukung dan pilih Partai Buruh. Karena Partai Kami adalah Masa Depanmu. Mari bersama-sama berjuang dan raih kemenangan Pemilu 2029,” pungkasnya.
(Bunga Djo)



