Mojokerto, KPonline – PUK SPAMK FSPMI PT SAI melakukan kegiatan tahunan yaitu leaderhip training 19. Kegiatan ini adalah acara tahunan yang bertujuan untuk menjadi seorang pemimpin. Di dalamnya diisi materi materi yang nantinya bisa menjadi regenerasi struktur organisasi PUK SAI ke depan.
Acara berlangsung di Arayana hotel Trawas, 24-25 Januari 2026 dengan tema komitmen dan konsisten dalam berjuang memimpin keteladanan. Leaderhip training 19 dibuka pukul 11.30 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars FSPMI yang dipimpin oleh Dita jebolan ex leadership training tahun lalu.
Sambutan pertama oleh ketua leadership training 19 yaitu Fadlilah. Ia menjelaskan kegiatan leadership kali ini bukan sekedar pelatihan, tetapi sebuah perjalanan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang sejati.
“Seorang pemimpin sejati lahir dari disiplin, integritas, dan berani mengambil keputusan,” pungkasnya.

Berlanjut untuk sambutan kedua oleh ketua PUK FSPMI PT SAI Reo Garsia. Ia mengatakan sejatinya kita semua adalah pemimpin bagi diri sendiri.
Menurutnya, sebelum menjadi janin sel kita yang menjadi pemimpin dan pemenang perlombaan dari jutaan sel yang akan melakukan pembuahan.
“Pastikan setelah kegiatan leadership ini kalian bukanlah pekerja biasanya seperti yang kemarin-kemarin. Kalian harus paham hak dan kewajiban sebagai pekerja. Berpikir kritis dan bisa memimpin orang di sekitarmu minimal bisa memimpin diri sendiri menjadi pribadi yang kuat dan lebih baik dan yang tak kalah penting bisa berkomunikasi dengan baik menyampaikan peran dan fungsi serikat pekerja,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Kuni selaku OC kegiatan. Pemberian materi dimulai dengan bedah tema. Tema pertama yaitu komitmen dan konsisten dalam berjuang oleh Hasyim dan Ratih yang berisi komitmen memberi arah, konsisten adalah cara mencapainya.
Kesimpulan yang bisa ditarik dalam materi ini yaitu organisasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tapi juga oleh siapa yang memilih untuk peduli.
Untuk materi kedua leadership yang dipandu oleh Daeni dan Anita. Daeni menjelaskan pengertian leadership itu apa dan apa saja ciri ciri pemimpin yang baik. Jadi, leadership yang baik bukanlah tentang memimpin dengan kekuatan tetapi tentang menginspirasi melalui integritas, keadilan dan kemampuan untuk membimbing yang lain menuju kesuksesan.
Semakin larut malam pemberian materi berlanjut dengan Ari yang berduet dengan Mursyidi sekalu SC kegiatan. Mereka memaparkan pengertian komunikasi, tujuan komunikasi apa, dan alasan mengapa komunikasi itu penting. Benang merahnya adalah komunikasi yang efektif bukan tentang banyak bicara, tetapi tentang salin memahami.
Delegasi adalah materi yang akan dijelaskan oleh Dodo dan Dewi sapaan akrabnya. Delegasi ini pengertiannya memberikan tanggung jawab untuk diwakili orang lain tapi sebagai yang memberikan tanggung jawab juga harus tetap mengontrol apa sudah dijalankan sesuai prosedur atau belum.
Kesimpulannya menjadi pemimpin yang delegatif bukan dengan lepas tangan begitu saja. Karena menjadi pemimpin boleh membagi tugas, tapi jangan lepas tanggung jawab.
Materi selesai diberikan, saatnya untuk menampilkan lagu perjuangan dan yel yel dari setiap tim. Sangat josjis kreatifitas peserta leadership 19 sehingga membuat juri bingung saat menentukan juara. Seseru itu memang di leadership 19 PUK FSPMI PT SAI, dan luar biasa juga gen Z pesertanya.
Terakhir di malam yang semakin larut adalah video closing yang berisi perkenalan para pengurus PUK FSPMI PT SAI dan dilanjut untuk beristirahat.
Hari berganti, hawa dingin menyelimuti tubuh namun harus beranjak bangun pagi untuk melakukan sisir area yang banyak pemandangan bisa dinikmati di sepanjang perjalanan. Banyak capture yang bisa diabadikan dijadikan memori berkesan bagi kegiatan leadership training 19. Berlanjut dengan sarapan dengan view syahdu.
Nah,kegiatan yang ditunggu tunggu adalah outbond, dimana outbound dilakukan untuk mengaplikasikan materi yang sudah diberikan dalam dunia nyata saat menjadi pemimpin.
Banyak ilmu yang dipetik saat outbond salah satunya menjadi pemimpin bukan hanya perlu ngomong tapi juga perlu untuk menyampaikannya dengan sasaran yang bisa dimengerti dan pastikan juga yang disampaikan itu benar benar paham. (Laila DP)