Kuliner Tradisional Cabuk Wonogiri yang Bertahan 5 Generasi

Kuliner Tradisional Cabuk Wonogiri yang Bertahan 5 Generasi

Wonogiri, KPonline – Cabuk, kuliner khas Wonogiri dengan bahan wijen yang berwarna hitam pekat, kembali menjadi primadona di setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. Makanan tradisional ini telah bertahan selama 5 generasi dan masih diminati oleh banyak orang, bahkan dari luar kota.

Rumah produksi cabuk milik Sarmin (75) di Dusun Pengkol, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, telah beroperasi sejak sebelum Indonesia merdeka. Sarmin, generasi ke-5 yang menjaga usaha turun-temurun ini, mengatakan bahwa permintaan cabuk meningkat drastis menjelang lebaran.

“Kalau mendekati lebaran gini banyak permintaan. Bisa 30 kilogram setiap produksi,” kata Sarmin.

Cabuk biasanya dijual sebagai oleh-oleh dan diminati oleh penjual makanan tradisional. Sarmin menuturkan bahwa pelanggan cabuknya tidak hanya berasal dari Kota Wonogiri saja, tetapi juga dari beberapa kecamatan bahkan luar Kabupaten Wonogiri.

“Yang beli itu penjual oleh-oleh biasanya. Dari Wonogiri ada, luar Wonogiri juga ada, banyak,” imbuhnya.

Sarmin juga menjelaskan bahwa cabuk seperti tempe, atau masih mentah, perlu diolah lagi agar sampai ke meja makan dan dapat dinikmati sebagai lauk utama maupun pendamping lauk seperti di nasi bancakan. Proses produksi cabuk juga tidak mudah, memerlukan ketelitan dan kesabaran untuk menghasilkan cabuk yang lezat dan berkualitas.

Meskipun di tengah-tengah gempuran kuliner-kuliner kekinian, eksistensi cabuk Wonogiri ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Cabuk masih menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin menikmati cita rasa tradisional yang khas. Sarmin berharap bahwa cabuk Wonogiri dapat terus bertahan dan diminati oleh generasi-generasi selanjutnya.

Dengan sejarah yang panjang dan rasa yang lezat, cabuk Wonogiri menjadi salah satu kuliner tradisional yang patut dilestarikan. Bagi mereka yang ingin mencicipi rasa cabuk yang asli, dapat mengunjungi rumah produksi Sarmin di Dusun Pengkol, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri. (Yanto)