Saya baru saja bertemu dengan teman lama dan kita berdua membahas tentang kopi. Dia suka kopi pahit, sementara saya lebih suka kopi manis. Ini membuat saya berpikir tentang keseimbangan hidup. Rasa manis dan pahit adalah dua sisi dari satu koin, dan kita harus tahu bagaimana menyeimbangkannya.
Kopi, menurut saya, bisa menjadi gambaran hidup. Rasa manis dan pahit harus diseimbangkan, tidak terlalu manis dan tidak terlalu pahit. Saya sekarang lebih suka kopi pahit, tidak hanya karena rasa, tapi juga karena saya tahu lebih aman untuk tubuh saya.
Tubuh kita adalah titipan, dan kita harus menjaganya. Jangan sampai kita melakukan apa yang kita suka, tapi malah menyakiti diri sendiri. Saya ingin hidup dengan lebih seimbang, tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu kekurangan.
Urip iki cendhak, nanging yen diuripke kanthi eling lan waspada, iso luwih awet rasa syukuré. Hidup ini singkat, tapi jika dijalani dengan sadar dan waspada, bisa lebih lama rasa syukurnya. (Yanto)