Tangerang, KPonline – Presiden DPP Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) terpilih, Suparno, S.H, menghadiri konsolidasi wilayah Banten yang digelar pada Kamis (26/02/2026) di Training Center FSPMI Tangerang Raya, Desa Tapos, Tigaraksa.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPW FSPMI Banten Tukimin serta seluruh Ketua PUK Se-Tangerang Raya. Konsolidasi ini menjadi agenda perdana Suparno sebagai Presiden DPP FSPMI terpilih pasca Kongres VII.
Dalam orasinya, Suparno menjelaskan bahwa Kongres VII FSPMI dan Munas SPA FSPMI telah dilalui melalui proses diskusi panjang dan mekanisme organisasi yang tidak diambil secara instan.
Menurutnya, dinamika dan perbedaan pendapat dalam kongres merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar. Ia menyinggung keluarnya unsur SPEE dari forum kongres sebagai bagian dari dinamika tersebut.
“Konflik dalam kongres itu biasa. Namun kita harus waspada terhadap pihak-pihak yang ingin menunggangi situasi untuk memecah belah FSPMI agar organisasi ini hancur,” tegasnya.
Suparno menegaskan komitmennya untuk merangkul kembali rekan-rekan SPEE yang belum sepaham dengan DPP FSPMI. Ia menyampaikan bahwa DPP telah melayangkan undangan resmi, meski belum mendapat respons kehadiran.
Namun demikian, ia tidak menyerah. Upaya pendekatan terus dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat PUK, dan menurutnya sudah mulai ada yang kembali bergabung dengan FSPMI.
Selain itu, Suparno mengingatkan pentingnya memaksimalkan pembayaran iuran (COS) di seluruh SPA dan menyetorkannya ke DPP sesuai AD/ART organisasi.
“Tujuan utama kita adalah menjaga kapal besar FSPMI ini tetap utuh dan bermanfaat bagi kaum buruh dan masyarakat,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Suparno mengajak seluruh anggota untuk hadir dan menyukseskan aksi 4 Maret mendatang.
“Tetap semangat dan tetap satu komando demi keutuhan FSPMI.”
Riden Hatam Azis: Perbedaan Boleh, Perpecahan Jangan
Dalam kesempatan yang sama, Deputi DPP FSPMI Riden Hatam Azis, S.H, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota apabila selama masa kepemimpinannya terdapat hal-hal yang kurang memuaskan.
Ia juga mengajak seluruh kader dan anggota FSPMI untuk kembali merangkul kawan-kawan SPEE FSPMI.
“Perbedaan itu boleh, tetapi perpecahan jangan sampai terjadi.”
Konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi FSPMI Banten untuk memperkuat barisan, menjaga soliditas organisasi, dan memastikan perjuangan buruh tetap berjalan dalam satu komando.



