Tangerang, KPonline – Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Tangerang Raya menggelar konsolidasi bersama seluruh Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Anggota (PC SPA), Garda Metal, serta Biro Perempuan, pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Training Center Tangerang Raya, Desa Tapos, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Konsolidasi ini dilaksanakan untuk mencermati perkembangan gerakan organisasi sekaligus membahas berbagai persoalan yang tengah dihadapi oleh masing-masing PC dan PUK di lingkungan FSPMI Tangerang Raya. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang koordinasi untuk menyamakan langkah dalam menghadapi persoalan hubungan industrial serta mempersiapkan perjuangan upah tahun 2027.
Dalam pemaparannya, Nadif, S.Kom., selaku Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) sekaligus perwakilan PC SPLP Tangerang, menyampaikan sejumlah persoalan yang sedang ditangani PC SPLP, khususnya kasus-kasus yang terjadi di tingkat PUK.
Salah satu persoalan yang disampaikan adalah kasus di PUK SPLP FSPMI PT SEIF, terkait karyawan yang mengalami mutasi ke luar daerah. Selain itu, Nadif juga menyoroti kasus di perusahaan L’ESSENTIAL. Dalam perkara tersebut, pihak serikat pekerja berhasil memperjuangkan agar ketua dan bendahara yang sebelumnya menghadapi persoalan ketenagakerjaan dapat dipekerjakan kembali.
Selain membahas persoalan hubungan industrial, Nadif turut menyoroti persiapan perjuangan kenaikan upah tahun 2027. Ia berharap kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) dapat berada di atas Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), dengan target kenaikan sebesar 5 persen.

Setelah mendengarkan berbagai laporan dan permasalahan dari masing-masing PC, Jarim, S.H., M.H., selaku Ketua KC FSPMI Tangerang Raya, menyampaikan bahwa terdapat perkembangan positif dalam perjuangan organisasi. Menurutnya, pada periode kepemimpinan saat ini, sejumlah persoalan ketenagakerjaan berhasil diselesaikan. Ia menyebutkan bahwa empat kasus telah berhasil dituntaskan sehingga para pekerja yang bersangkutan dapat kembali bekerja.
Jarim juga berpesan agar seluruh perangkat organisasi tetap mengedepankan perjuangan dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan. Ia mengingatkan agar pekerja tidak terburu-buru mengambil kompensasi ketika masih terdapat peluang untuk memperjuangkan hak-haknya melalui jalur hukum hingga ke pengadilan. Karena itu, ia meminta para pengurus serikat pekerja memberikan pemahaman dan pendampingan kepada anggota agar dapat mempertimbangkan langkah perjuangan secara matang sebelum menerima kompensasi.
Lebih lanjut, Jarim meminta seluruh PC untuk terus memantau dan mengawal setiap persoalan yang terjadi di wilayah kerja masing-masing. Menurutnya, pengawasan dan koordinasi yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan organisasi serta memastikan setiap permasalahan anggota mendapatkan perhatian dan penanganan yang semestinya.
Menutup arahannya, Jarim mengingatkan bahwa perjuangan upah tahun 2027 sudah di depan mata. FSPMI akan melakukan survei pasar sebagai salah satu bahan acuan dalam merumuskan tuntutan kenaikan upah. Melalui konsolidasi ini, diharapkan seluruh perangkat organisasi FSPMI Tangerang Raya semakin solid, responsif terhadap persoalan anggota, serta siap menghadapi agenda perjuangan ke depan.