Jakarta, KPonline – Salah satu sesi menarik dalam rangkaian Kongres V Partai Buruh adalah pembahasan mengenai strategi peningkatan pengaruh dan pemahaman publik terhadap Partai Buruh melalui pemanfaatan media sosial. Sesi ini mendapat sambutan antusias dari para peserta kongres, khususnya terkait penggunaan platform TikTok dan Instagram sebagai sarana edukasi politik.
Dalam sesi tersebut, narasumber Thomas memaparkan pentingnya peran media digital dalam mendukung pergerakan Partai Buruh menuju kemenangan pada Pemilu 2029. Menurutnya, mayoritas calon pemilih pada 2029 berasal dari kalangan Generasi Z dan Milenial, sehingga pendekatan komunikasi harus disesuaikan dengan karakter dan kebiasaan generasi tersebut.
“TikTok dan Instagram menjadi media yang sangat strategis karena generasi muda saat ini lebih banyak mengakses informasi melalui platform tersebut. Oleh karena itu, edukasi tentang Partai Buruh harus mulai dilakukan sejak sekarang,” jelas Thomas.
Ia menambahkan, Generasi Z dan Milenial memiliki karakter yang kritis, mandiri, serta tidak mudah menerima instruksi secara langsung. Karena itu, pendekatan yang digunakan harus bersifat persuasif, kreatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.
TikTok dan Instagram dipilih karena memiliki jangkauan luas dan potensi viral yang tinggi. Sebuah konten sederhana, jika dikemas secara menarik, dapat menyebar dengan cepat melalui fitur berbagi dan unggah ulang, sehingga membentuk efek berantai yang memperluas pengaruh pesan Partai Buruh.
Sesi pembahasan media sosial ini ditutup dengan tanya jawab interaktif bersama peserta kongres yang berlangsung di aula pertemuan Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jalan Angkasa No. 1, RT 07/RW 05, Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat.
(Gunawan)



