Kongres V Partai Buruh Jadi Momentum Perjuangkan Kedaulatan Rakyat Kebumen

Kongres V Partai Buruh Jadi Momentum Perjuangkan Kedaulatan Rakyat Kebumen
Foto bersama: Adi Prasetiyo posisi paling kanan

Jakarta, KPonline-Kongres V Partai Buruh yang diselenggarakan di Jakarta menjadi tonggak penting dalam memperkuat arah perjuangan politik kerakyatan. Forum tertinggi partai ini menjadi ruang ideologis bagi kabupaten Kebumen untuk menyampaikan suara dan aspirasi rakyat yang selama ini terpinggirkan.

Ketua Executive Committee (Exco) Partai Buruh Kabupaten Kebumen, Adi Prasetiyo, menegaskan bahwa Kongres V memiliki makna strategis bagi kader dan pengurus di daerah. Menurutnya, kongres ini adalah momentum bagi daerah untuk menyampaikan secara langsung realitas persoalan rakyat sekaligus harapan atas masa depan Partai Buruh.

“Dengan Kongres V, bagi kami di daerah ini adalah momentum untuk menyampaikan aspirasi kami di daerah. Aspirasi kaum buruh, petani, nelayan, dan masyarakat kecil yang selama ini suaranya sering diabaikan,” ujar Adi Prasetiyo di sela-sela pelaksanaan kongres.

Adi menambahkan, soliditas organisasi menjadi kunci utama menghadapi tantangan politik ke depan. Ia berharap Partai Buruh semakin kuat, terorganisir, dan konsisten berada di jalur perjuangan rakyat menuju Pemilu 2029.

“Kami berharap pada 2029 Partai Buruh lebih solid dan mampu memenangkan Pemilu 2029, sehingga cita-cita besar mewujudkan kedaulatan rakyat benar-benar bisa terwujud, bukan sekadar slogan,” tegasnya.

Kongres V Partai Buruh juga menetapkan kembali Said Iqbal sebagai Presiden Partai Buruh untuk periode 2026–2031. Keputusan ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan kader terhadap kepemimpinan yang konsisten memperjuangkan hak-hak kelas pekerja dan kelompok rakyat tertindas.

“Atas nama kader di daerah, kami mengucapkan selamat kepada Said Iqbal yang terpilih kembali sebagai Presiden Partai Buruh periode 2026–2031. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, Partai Buruh semakin teguh memperjuangkan keadilan sosial dan kedaulatan rakyat,” kata Adi.

Kongres V Partai Buruh menegaskan kembali posisi partai sebagai alat perjuangan politik rakyat. Dengan mengusung ideologi kerakyatan, Partai Buruh bertekad menjadikan pemilu sebagai sarana perubahan, bukan sekadar kontestasi kekuasaan, demi Indonesia yang adil, berdaulat, dan berpihak pada kaum pekerja.