Jakarta, KPonline — Kongres Pekerja Perempuan Indonesia tingkat nasional resmi diselenggarakan di Tavia Heritage Hotel, Jalan Letjen Suprapto No. 1, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Minggu (18/1/2026). Kongres ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran dan posisi pekerja perempuan dalam gerakan buruh nasional.
Dalam kongres tersebut, diumumkan pembentukan sayap pilar organisasi baru bernama “Suara Marsinah” di tingkat nasional. Organisasi ini beranggotakan perwakilan aktivis pekerja perempuan dari berbagai daerah dan bertujuan mengakomodasi serta memperjuangkan aspirasi kaum pekerja perempuan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Kepengurusan Suara Marsinah telah terbentuk di tingkat nasional dan selanjutnya akan dikembangkan hingga tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Langkah ini diharapkan dapat memastikan seluruh masukan, gagasan, serta ide dari pekerja perempuan di berbagai lapisan masyarakat dapat terserap dan diperjuangkan secara optimal.
Kongres juga menegaskan pentingnya sinergi antara pekerja perempuan dengan seluruh sayap pilar organisasi yang tergabung dalam Partai Buruh. Sinergi ini diarahkan untuk mewujudkan kesetaraan gender serta mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam proses pengambilan keputusan.
Lebih jauh, ditegaskan bahwa keterwakilan perempuan tidak boleh berhenti pada angka 30 persen atau sekadar menjadi syarat administratif semata. Melalui Suara Marsinah, pekerja perempuan diharapkan memiliki ruang yang lebih kuat untuk memperoleh, menyuarakan, dan menentukan hak-haknya dalam pengambilan keputusan strategis demi terwujudnya kesejahteraan rakyat Indonesia.
(Gunawan)



