Jakarta, KPonline – Kongres Partai Buruh secara resmi menetapkan enam resolusi strategis yang menjadi pedoman kerja seluruh jajaran eksekutif partai di semua tingkatan, mulai dari pusat hingga akar rumput. Penetapan tersebut dilakukan dalam sidang pleno kongres yang berlangsung di Ball Room Hotel Golden Boutique Jakarta. Rabu (21/1/26).
Dalam sidang pleno, pimpinan kongres membacakan satu per satu resolusi dan meminta persetujuan seluruh peserta. Resolusi tersebut memuat perintah konsolidasi organisasi, reorientasi struktur, penguatan administrasi kepartaian, pengkaderan ideologi, hingga perencanaan jangka panjang menghadapi Pemilu 2029.
Adapun enam resolusi Kongres Partai Buruh yang disepakati adalah sebagai berikut:
Pertama, memerintahkan jajaran eksekutif Partai Buruh di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa hingga RT/RW untuk melakukan restrukturisasi organisasi secara menyeluruh, termasuk penyesuaian struktur dan kepemimpinan sesuai dengan arah politik yang telah disampaikan pimpinan partai dalam pidato sebelumnya.
Kedua, memerintahkan jajaran eksekutif di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan untuk melakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual, guna memastikan seluruh kepengurusan berjalan sesuai dengan aturan partai dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ketiga, memerintahkan jajaran eksekutif di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan untuk melaksanakan resolusi pencalonan legislatif Partai Buruh dengan target penuh, yakni:
– DPR RI: 84 daerah pemilihan (100%) dengan target 580 kursi
– DPRD Provinsi: 296 daerah pemilihan (100%) dengan target 2.327 kursi
– DPRD Kabupaten/Kota: 2.368 daerah pemilihan (100%) dengan target 17.627 kursi
Keempat, memerintahkan seluruh jajaran eksekutif di daerah untuk membangun dan memperkuat sistem kesaksian pemilu, dengan langkah-langkah:
– Membentuk Badan Saksi Nasional dari tingkat pusat hingga RT
– Penempatan saksi: tingkat provinsi 3 orang, kabupaten/kota 3 orang, kecamatan 3 orang, desa 2 orang, RW 2 orang, dan RT 1 orang
– Target pengisian saksi di 50 persen TPS, yakni sekitar 411.500 TPS dari total 823.000 TPS secara nasional
Kelima, memerintahkan jajaran eksekutif di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan untuk melaksanakan program pendidikan dan pelatihan (diklat dan training) secara terstruktur dan berkelanjutan, khususnya pendidikan ideologi, politik, dan hukum, melalui berbagai kegiatan pertemuan tatap muka.
Keenam, memerintahkan seluruh jajaran eksekutif partai untuk mulai menyusun dan melaksanakan strategi pemenangan Pemilu 2029 dan Pemilu 2031, dengan target:
– Perolehan suara sah nasional DPR RI minimal 4 persen untuk memenuhi ambang batas parlemen
– Penetapan daerah pemilihan prioritas, potensial, dan perintis sebagai basis suara Partai Buruh
– Target merebut 20 hingga 30 kursi DPR RI pada Pemilu 2029
Setelah keenam resolusi dibacakan, pimpinan sidang meminta persetujuan peserta kongres. Seluruh peserta yang hadir secara aklamasi menyatakan setuju, sehingga resolusi tersebut sah ditetapkan dan diserahkan kepada pimpinan partai untuk dilaksanakan.
Dengan ditetapkannya enam resolusi ini, Kongres Partai Buruh menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan disiplin struktural, serta mempersiapkan diri secara serius dalam menghadapi agenda politik nasional ke depan.



