Kongres Partai Buruh Bahas Strategi Digital dan Community Channel untuk Penguatan Media Sosial

Kongres Partai Buruh Bahas Strategi Digital dan Community Channel untuk Penguatan Media Sosial

Jakarta, KPonline – Kongres Partai Buruh yang digelar selama tiga hari, 20–22 Januari 2026, di Ball Room Golden Boutique Hotel, Kemayoran, Jakarta Pusat, tidak hanya membahas konsolidasi organisasi dan arah perjuangan politik, tetapi juga menyoroti transformasi strategi digital Partai Buruh. Salah satu agenda penting adalah pemaparan dari Tim IT Partai Buruh terkait Metode Sosial dan Strategi Community Channel untuk penguatan media sosial dan basis komunitas.

Dalam pemaparannya, Tim IT Partai Buruh menjelaskan perbedaan mendasar antara metode sosial tradisional, multi-channel, dan community channel. Metode tradisional yang selama ini mengandalkan aktivitas offline seperti demo, door-to-door, dan pertemuan fisik dinilai memiliki keterbatasan jangkauan, membutuhkan biaya besar, serta kurang efisien dari sisi waktu.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, metode multi-channel dinilai sebagai tahap transisi karena sudah memanfaatkan media sosial, namun masih bersifat satu arah dan belum terintegrasi. Penggunaan email, grup WhatsApp, atau satu platform media sosial secara terpisah belum mampu membentuk ekosistem komunikasi yang solid dan berkelanjutan.

Sebagai solusi, Tim IT Partai Buruh memperkenalkan Metode Community Channel sebagai strategi utama. Dalam metode ini, satu pesan atau satu narasi perjuangan dapat dipublikasikan di berbagai platform seperti YouTube, Facebook, Instagram, dan Twitter (X) secara terintegrasi. Namun lebih dari sekadar media sosial, strategi ini menekankan pentingnya membangun komunitas yang terhubung dalam satu ekosistem digital.

Transformasi tersebut diwujudkan melalui platform komunitas terintegrasi, di mana komunitas pelaku kerja, komunitas jaringan, hingga komunitas wilayah seperti RT/RW, sekolah, dan komunitas profesi dapat bergabung dalam satu aplikasi. Platform ini dilengkapi berbagai fitur, antara lain chat seperti WhatsApp, berbagi foto dan video, grup komunitas, online meeting gratis tanpa batas waktu dan peserta, agenda kegiatan, marketplace komunitas, aplikasi Android, sistem referral, serta pengembangan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan komunitas Nusantara.

Lebih lanjut, strategi Community Channel Partai Buruh dibagi ke dalam sembilan program kerja utama, yaitu integrasi channel, evaluasi performa, konsistensi konten, peningkatan pengalaman anggota komunitas, analisis data berbasis AI, motivator komunitas, kolaborasi dengan influencer, program rekrutmen anggota, dan inovasi berkelanjutan. Data anggota komunitas akan dianalisis menggunakan teknologi AI untuk memetakan wilayah, relasi antaranggota, serta dinamika dan tingkat partisipasi, sehingga komunitas siap bergerak dan siap kampanye.

Tim IT juga memaparkan empat manfaat utama dari penerapan Community Channel. Pertama, meningkatkan popularitas Partai Buruh melalui pemanfaatan seluruh saluran komunikasi dalam satu ekosistem. Kedua, meningkatkan pengalaman anggota dengan komunikasi yang konsisten dan terintegrasi. Ketiga, meningkatkan efisiensi karena komunikasi menjadi lebih fokus, efektif, dan hemat waktu. Keempat, meningkatkan keterlibatan dan loyalitas anggota komunitas melalui berbagai channel yang saling terhubung.

Sebagai pembeda dari media sosial pada umumnya, Kongres juga memperkenalkan konsep “Sosial Kamar”, yaitu platform yang menggabungkan media sosial, komunitas (kamar), dan marketplace. Sosial Kamar memungkinkan penyebaran pesan yang cepat dan luas, terutama untuk membangun basis komunitas RT/RW dan rekrutmen anggota berbasis wilayah. Selain itu, platform ini mendukung interaktivitas dua arah melalui dialog langsung, komentar, dan tanya jawab real-time antara calon pemimpin dan anggota komunitas.

Dari sisi pembiayaan, Sosial Kamar dinilai jauh lebih efisien dibandingkan kampanye konvensional seperti iklan televisi, baliho, atau aktivitas offline berskala besar. Rekrutmen dan promosi dapat dilakukan langsung melalui aplikasi, sehingga biaya kampanye dapat ditekan secara signifikan.

Melalui pembahasan ini, Kongres Partai Buruh menegaskan komitmennya untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan memperkuat perjuangan politik kaum buruh melalui strategi media sosial dan komunitas yang modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi.

Pos terkait