Bekasi, KPonline – Kondisi jalan di sejumlah kawasan industri Kabupaten Bekasi, terutama di area Cikarang Timur dan Cikarang Selatan, dilaporkan rusak parah. Kerusakan berupa lubang dalam dan jalan bergelombang sering dijumpai, seperti di Jalan Serui (MM2100) dan Jalan MH Thamrin (Delta Silicon), yang membahayakan pengendara dan menyebabkan kemacetan.
Pengurus PC SPLP FSPMI Bekasi, Budi Lahmudi, S.H., M.H., yang juga pengurus forum komunikasi EDH, akhirnya angkat bicara terkait kondisi ini. Ia mempertanyakan bagaimana penggunaan dana CSR perusahaan-perusahaan di Kabupaten Bekasi, mengingat besaran dana CSR yang cukup besar.
“Besaran dana CSR (Corporate Social Responsibility) atau TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) di Indonesia umumnya berkisar antara 2% hingga 4% dari total laba bersih perusahaan dalam satu tahun. Meski sering dirujuk, aturan spesifik sering bergantung pada kebijakan internal, Perda, atau aturan sektoral seperti BUMN (minimal 4%),” kata Budi Lahmudi, Minggu (12/4/2026).
Ia meminta pengelola kawasan dan pemerintah betul-betul menyalurkan dana CSR untuk pembangunan infrastruktur jalan yang sudah sangat tidak layak di Kabupaten Bekasi.
“Diharapkan perbaikan segera dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan keselamatan pengguna jalan di kawasan strategis tersebut,” tambahnya.
Beberapa titik lokasi jalan rusak yang dilaporkan antara lain:
– Kawasan MM2100: Keluhan menonjol pada Jalan Serui, Cikarang Timur, dengan kondisi jalan berlubang dan kerap memicu kecelakaan.
– Penghubung MM2100 – Delta Silicon: Ruas jalan antara kawasan industri Cikarang Barat dan Cikarang Selatan, termasuk Jalan MH Thamrin, dilaporkan rusak parah.
– Jalan Raya Industri: Lokasi ini (terutama setelah flyover Cikarang-Cibarusah) secara historis sering rusak dan berlubang.
– Kawasan Hyundai: Ruas jalan SDN Sukaresmi sampai mie gacoan yang sangat membahayakan para pengguna jalan
– Jalan Raya Cikarang – Cibarusah atau Jalan KH.Ma’mun Nawawi yang menjadi akses buruh pergi dan pulang kerja juga cukup parah dan membahayakan para pengendara
Budi juga juga mengatakan penyebab kerusakan jalan di kawasan industri Kabupaten Bekasi antara lain volume truk tinggi, genangan air, dan tidak fungsinya drainase. Diharapkan pihak terkait dapat segera melakukan perbaikan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. (Yanto)