Ketua Serikat Buruh Purwakarta Bungkam Narasi Buzzer: Perjuangkan Hak Kok Dibilang Gak Bersyukur!

Ketua Serikat Buruh Purwakarta Bungkam Narasi Buzzer: Perjuangkan Hak Kok Dibilang Gak Bersyukur!
Fuad BM, Dedi Mulyadi (Gubernur Jawa Barat) dan Ade Supyani (Sekretaris KC FSPMI Purwakarta) dalam May Day Fiesta

Purwakarta, KPonline – Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kabupaten Purwakarta, Fuad BM, mengeluarkan pernyataan keras menanggapi serangan opini negatif yang kerap menyudutkan gerakan buruh di media sosial. Fuad menyoroti maraknya narasi dari para “buzzer” yang menyebut aksi perjuangan buruh sebagai bentuk ketidakbersyukuran.

“Orang memperjuangkan haknya kok dibilang gak bersyukur. Dasar buzzer-buzzer, gak ngerti tapi sok tau!” tegas Fuad dalam keterangan resminya kepada redaksi.

Menurut Fuad, fenomena serangan di ruang digital ini sering kali tidak berdasar. Ia menceritakan bagaimana para pengkritik tersebut biasanya hanya berani melempar isu tanpa data yang kuat.

“Begitu debat dan kita counter (balas dengan fakta), mereka malah emosi, terus ngilang. Mentalitas seperti ini yang mencoba merusak fokus perjuangan buruh dalam menuntut upah yang layak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fuad menanggapi ancaman serta sumpah serapah dari pihak tertentu yang menyebut bahwa aksi demonstrasi buruh akan berujung pada PHK massal. Ia mematahkan mitos tersebut dengan menunjukkan fakta di lapangan yang terjadi selama belasan tahun di Purwakarta.

“Mereka nyumpahin kita bakal di-PHK massal. Saya katakan, kawan-kawan yang ikutan demo ini sudah 15 tahun selalu konsisten ikut demo UMK dan UMSK, tapi kenyatannya mereka masih kerja sampai hari ini. Gak ada yang di-PHK gara-gara berjuang,” tegas sosok pimpinan buruh Purwakarta ini.

Terkait tuduhan bahwa aksi buruh sering kali bertindak anarkis atau merusak fasilitas, Fuad menantang pihak-pihak yang menuduh untuk membuktikannya secara hukum alih-alih hanya berkoar di media sosial.

“Katanya kita anarkis, ngerusak. Saya bilang saja, kan ada keamanan, ada polisi. Laporin kalau memang ada bukti, jangan repot-repot bang cuma bicara tanpa bukti,” tutup Fuad.

Pernyataan ini menjadi pengingat bagi seluruh kader FSPMI, khususnya di Purwakarta, agar tidak goyah oleh narasi-narasi negatif yang sengaja dihembuskan untuk melemahkan semangat juang dalam mengawal kenaikan upah tahun ini.