Ketua PUK Iwan Setiawan: MUSNIK VI di Yogyakarta Bukti Hubungan Harmonis dengan Manajemen

Ketua PUK Iwan Setiawan: MUSNIK VI di Yogyakarta Bukti Hubungan Harmonis dengan Manajemen

Yogyakarta, KPonline — Ketua PUK SPL FSPMI PT Bekaert Indonesia, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) VI di Yogyakarta merupakan bukti nyata terbangunnya hubungan yang harmonis antara serikat pekerja dengan manajemen perusahaan. Kamis (15/1/26).

Dalam sambutannya, Iwan menyampaikan bahwa MUSNIK VI kali ini menjadi momentum bersejarah bagi PUK SPL FSPMI PT Bekaert Indonesia. Pasalnya, untuk pertama kalinya MUSNIK diselenggarakan di luar wilayah Jawa Barat, yakni di Yogyakarta, dan dilaksanakan selama tiga hari dua malam.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah MUSNIK pertama yang kita selenggarakan di luar Jawa Barat. Sebelumnya, MUSNIK hanya dilaksanakan dua hari satu malam dan selalu di wilayah Jawa Barat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk menggelar MUSNIK di Yogyakarta bukanlah hal yang mudah, terlebih di tengah kondisi produksi perusahaan yang sedang berada pada tingkat yang sangat tinggi. Namun hal tersebut dapat terwujud karena adanya hubungan industrial yang harmonis dan saling percaya antara PUK dan manajemen.

Ketua PUK SPL FSPMI PT Bekaert Indonesia Iwan Setiawan saat memberikan Sambutan di Musnik VI. Kamis (15/1/26). Foto : Hsn

“Kenapa kita bisa melaksanakan MUSNIK VI ini di luar Jawa Barat, di saat produksi sedang tinggi-tingginya? Karena hubungan kita dengan manajemen sudah menjadi hubungan yang harmonis,” tegas Iwan.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh anggota agar tidak memandang negatif hubungan harmonis tersebut. Menurutnya, membangun hubungan yang baik dan saling menghormati antara serikat pekerja dan manajemen merupakan proses yang sangat sulit dan membutuhkan komitmen kuat dari kedua belah pihak.

“Jangan pernah memandang sebelah mata hubungan harmonis ini. Untuk menciptakannya itu sangat, sangat, dan sangat susah. Dan ini juga menjadi cita-cita banyak PUK lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Iwan Setiawan menegaskan bahwa tujuan utama berserikat adalah untuk mensejahterakan anggota beserta keluarganya. Untuk mencapai tujuan tersebut, PUK harus mampu menjadi mitra yang baik bagi manajemen, sehingga aspirasi dan kepentingan pekerja dapat diakomodir dengan baik.

“Salah satu bukti nyata dari hubungan baik ini adalah terselenggaranya MUSNIK VI. Kita bisa hadir di sini, jauh dari rumah, dengan waktu pelaksanaan yang cukup lama,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pencapaian luar biasa dari sisi pekerjaan, di mana pasca pelaksanaan MUSNIK, PT Bekaert Indonesia ditargetkan mampu mencetak rekor tonase produksi yang menembus lebih dari 9.000 ton.

Menutup sambutannya, Iwan Setiawan mengajak seluruh peserta untuk mengikuti MUSNIK dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

“Selamat bermusnik ria. Hidup Buruh! Hidup FSPMI! Logam kompak, logam kuat, logam kompak kuat hebat!” pungkasnya dengan penuh semangat.

Pos terkait