Sidoarjo, KPonline – Ketua Pimpinan Cabang (PC) SPL FSPMI Kabupaten Sidoarjo, Narwoko, S.H., memberikan pesan mendalam dalam penutupan Musyawarah Unit Kerja (Musnik) III PUK SPL FSPMI PT Nachindo Tape Industry. Bertempat di Sekretariat PC SPL FSPMI Sidoarjo pada Minggu (25/1/2026), dirinya menekankan posisi strategis PUK Nachindo dalam peta organisasi di Sidoarjo.
Narwoko menegaskan bahwa meskipun Musnik diselenggarakan secara sederhana di sekretariat dan bukan di hotel mewah, hal tersebut tidak mengurangi esensi organisasi. Menurut narasumber, yang paling utama adalah terpenuhinya tiga poin: laporan pertanggungjawaban, pemilihan pengurus, dan penyusunan program kerja.
Satu fakta sejarah bahwa PUK Nachindo yang berdiri sejak 2016 kini merupakan PUK senior nomor dua di SPL Sidoarjo setelah PUK PARIN. Hal ini dikarenakan banyak PUK pendahulu yang sudah tutup. Oleh karena itu, dirinya meminta PUK Nachindo untuk menjadi contoh dan teladan bagi PUK lain yang lebih muda.
Dalam menanggapi rekomendasi program kerja, Narwoko mendorong pengurus untuk tidak takut mengajukan kesejahteraan yang dianggap sulit, seperti bonus atau fasilitas lainnya. Mengingat fungsi serikat pekerja adalah mendobrak batas ketidakmungkinan melalui pengajuan dan perundingan yang berani.
Narwoko memberikan catatan khusus mengenai bidang advokasi yang sering dianggap paling berat.untuk itu dirinya menginstruksikan agar seluruh jajaran pengurus saling menopang dan tidak hanya bertumpu pada satu atau dua orang saja. Advokasi harus tetap berjalan meskipun ketua atau kabid advokasi sedang berhalangan hadir.
Terkait perundingan dengan manajemen (seperti PKB), Pria kelahiran Lamongan ini menjelaskan bahwa tim perunding tidak selalu harus terdiri dari pengurus PUK. Pengurus diperbolehkan meminta bantuan atau mendelegasikan anggota yang memiliki kompetensi untuk menjadi tim perunding.
Menutup sambutannya, Narwoko mengajak seluruh anggota untuk kembali mengingat tujuan awal mendirikan serikat pekerja dan tetap konsisten dalam perjuangan meskipun menghadapi berbagai dinamika internal maupun eksternal.
(Khoirul Anam)



