Jakarta, KPonline – Kongres V Partai Buruh yang digelar di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jalan Angkasa No. 1, RT 07/RW 05, Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026) menjadi momentum penting bagi penguatan arah perjuangan Partai Buruh dalam membela kepentingan kelas pekerja di seluruh Indonesia.
Nur Achmad, Ketua Exco Partai Buruh Kota Probolinggo, menegaskan bahwa Kongres V ini harus menjadi titik balik perjuangan politik kaum buruh untuk merebut kekuasaan secara demokratis melalui kemenangan Partai Buruh pada Pemilu mendatang.
“Partai Buruh harus menang dalam Pemilu agar bisa secara nyata memperjuangkan kesejahteraan kaum buruh dan rakyat pekerja. Tanpa kekuasaan politik, perjuangan buruh akan selalu dibatasi,” tegas Nur Achmad dalam sela-sela kegiatan kongres.
Ia menambahkan, kemenangan Partai Buruh merupakan prasyarat utama untuk melahirkan kebijakan yang berpihak kepada pekerja, khususnya dalam hal pengupahan dan perlindungan tenaga kerja. Menurutnya, sudah saatnya negara hadir dengan aturan tegas bagi seluruh pengusaha.
“Kami mendorong lahirnya regulasi yang mewajibkan seluruh pengusaha membayar upah pekerja sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Tidak boleh lagi ada pengusaha yang mengabaikan hak dasar buruh,” lanjutnya.
Nur Achmad menilai Kongres V Partai Buruh bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi ruang konsolidasi nasional untuk menyatukan kekuatan buruh, petani, nelayan, dan seluruh rakyat pekerja dalam satu barisan perjuangan politik.
“Kongres ini adalah momentum menyatukan tekad. Perjuangan kelas pekerja harus terorganisir, solid, dan berani mengambil peran strategis dalam menentukan arah kebijakan negara,” pungkasnya.
Dengan semangat Kongres V, Partai Buruh meneguhkan komitmennya untuk terus memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan buruh, serta tegaknya hak-hak pekerja demi Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.



