Sidoarjo, KPonline – Sebagai bentuk penghormatan terhadap proses perundingan yang tengah berjalan, Serikat Pekerja FSPMI mengambil langkah dengan mengistirahatkan massa aksi di depan PT Kerta Rajasa Raya (KRR), Sabtu (7/3).
Memasuki hari ketiga perjuangan menuntut Tunjangan Hari Raya (THR) tanpa cicil, FSPMI memutuskan untuk menarik mundur dua Mobil Komando dan membuka akses gerbang perusahaan. Hal ini dilakukan guna memberikan ruang bagi operasional perusahaan, terutama untuk proses logistik masuk dan keluarnya barang produksi.
Keputusan untuk menangguhkan aksi yang semula dijadwalkan berlangsung hingga 12 Maret 2026 ini bukan tanpa alasan. FSPMI ingin menunjukkan konsistensinya sebagai organisasi yang selalu mengutamakan jalur dialog dan komunikasi dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial.
Ketua Serikat Pekerja, Agus Pitono, secara langsung menginstruksikan seluruh anggota dan massa aksi solidaritas untuk kembali ke rumah masing-masing sembari memantau perkembangan di meja perundingan bersama manajemen hari ini.
“Kami memutuskan untuk menghormati proses perundingan yang direncanakan hari ini. Namun, instruksi ini bersifat sementara. Jika hasil perundingan ternyata masih buntu dan tidak mengakomodir tuntutan normatif pekerja, maka aksi akan kami lanjutkan kembali dengan massa yang lebih besar pada Senin depan,” tegas Agus Pitono.
Langkah strategis ini mempertegas filosofi perjuangan FSPMI yang tidak hanya mengandalkan kekuatan massa, tetapi juga kecerdasan dalam bernegosiasi. Organisasi berkomitmen untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis tanpa mencederai hak dan kewajiban masing-masing pihak.
Bagi FSPMI, perjuangan ini bukanlah tentang mencari siapa yang menang atau siapa yang kalah. Fokus utama organisasi adalah mencapai win-win solution yang saling menguntungkan, di mana hak pekerja atas THR terpenuhi sesuai regulasi pemerintah, namun kelangsungan bisnis perusahaan tetap terjaga.
Sikap dewasa yang ditunjukkan FSPMI di PT Kerta Rajasa Raya hari ini menjadi bukti bahwa serikat pekerja adalah mitra yang kooperatif selama pihak perusahaan juga menunjukkan itikad baik. Kini, FSPMI menunggu keberanian manajemen PT KRR untuk menyambut tangan terbuka dan memenuhi tuntutan para pekerjanya dengan keputusan yang adil dan sesuai hukum. Jika dialog hari ini gagal, maka gerbang perusahaan dipastikan akan kembali menjadi saksi bisu perjuangan militan buruh pada awal pekan depan.
(Khoirul Anam)