Kahar S. Cahyono: Bergerak dan Bersinergi, SPPJM Harus Menjadi Kekuatan Besar di Seluruh Pesisir Indonesia

Kahar S. Cahyono: Bergerak dan Bersinergi, SPPJM Harus Menjadi Kekuatan Besar di Seluruh Pesisir Indonesia

Jakarta, KPonline – Ketua Umum terpilih PP SPPJM FSPMI periode 2026–2031, Kahar S. Cahyono, menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang kuat, solid, dan berdaya juang tinggi. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan pada rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VI SPPJM FSPMI.

Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua Umum terpilih, Kahar terlebih dahulu menyampaikan penghormatan dan ucapan terima kasih kepada para pendiri SPPJM, khususnya Suleiman dan Ridwan, yang dinilainya telah meletakkan fondasi kuat bagi perjuangan organisasi sejak awal berdiri.

Bacaan Lainnya

“Tanpa para pendiri yang telah menakhodai SPPJM sejak awal, kita tidak akan sampai pada hari ini sebagai serikat pekerja yang tetap aktif dan terus berjuang,” ujar Kahar.

Ia mengakui bahwa SPPJM menghadapi tantangan dan pekerjaan rumah yang besar ke depan. Namun menurutnya, tantangan tersebut harus dijawab dengan gerak nyata dan komitmen bersama untuk memastikan organisasi terus melaju dan berkembang.

“Kita punya PR yang sangat besar. Bagaimana memastikan SPPJM terus bergerak ke depan dan menjadi organisasi yang kuat. Itulah yang tercermin dalam tema Munas kita, Bergerak Sinergi Wujudkan SPPJM yang Kuat,” tegasnya.

Makna bergerak, lanjut Kahar, adalah keharusan bagi seluruh jajaran organisasi untuk terus melakukan perekrutan dan pengorganisasian secara masif. SPPJM, menurutnya, tidak boleh berhenti hanya di beberapa wilayah, tetapi harus hadir di seluruh pesisir dan pelabuhan di Indonesia.

“Tidak ada pilihan bagi kita selain terus melakukan organizing. Kita harus memastikan SPPJM hadir di semua pesisir dan pelabuhan yang ada di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, makna sinergi ditekankan sebagai upaya menyatukan kekuatan antarwilayah dan daerah. Kahar menyebut sejumlah daerah yang selama ini merasa belum sepenuhnya tersentuh oleh pimpinan pusat, seperti Batam, Surabaya, Sulawesi Selatan, Cilegon hingga Aceh.

“Inilah saatnya kita menyambungkan kekuatan daerah-daerah itu. Kita pernah ada di 11 provinsi dan 35 unit kerja. Itu adalah modal besar untuk membesarkan SPPJM,” ujarnya.

Lebih jauh, Kahar menegaskan bahwa ukuran SPPJM yang kuat bukan sekadar jumlah struktur, melainkan kemampuan organisasi dalam memberikan perlindungan dan memperjuangkan hak-hak anggota.

“Kekuatan kita harus diuji dengan memastikan anggota terlindungi dan perjuangan benar-benar dirasakan oleh pekerja,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan refleksi bahwa SPPJM saat ini mungkin masih berangkat dari kondisi yang terbatas, baik dari sisi keanggotaan maupun kontribusi. Namun kondisi tersebut justru menjadi pemicu untuk melakukan lompatan besar.

“Kita mungkin berasal dari sesuatu yang kecil, tetapi kita tahu lautan jauh lebih luas dari daratan. Dengan keyakinan itu, kita bisa menjadi lebih besar,” ungkapnya optimistis.

Menutup sambutannya, Kahar menyampaikan keyakinan bahwa SPPJM akan mampu berjaya tidak hanya di sektor maritim, tetapi juga lintas sektor.

“Kita akan jaya di laut, di darat, dan di udara,” pungkasnya, disambut tepuk tangan peserta Munas.

Sambutan Ketua Umum terpilih tersebut menjadi penegasan arah perjuangan SPPJM FSPMI ke depan: bergerak, bersinergi, dan memperkuat organisasi demi kesejahteraan pekerja sektor perkapalan, jasa, dan maritim di seluruh Indonesia.

Pos terkait