Bekasi, KPonline – Belum mulai belajar menulis berita, peserta Pendidikan Jurnalistik Media Perdjoeangan Bekasi sudah mendapat bahan liputan gratis. Gara-gara lupa membawa kacamata, seorang peserta justru menabrak pintu. Sontak, kejadian kecil itu mengundang senyum dan mencairkan suasana.
Media Perdjoeangan FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi menggelar Pendidikan Jurnalistik pada Minggu (18/10/2026) di sekretariat KC FSPMI yang beralamat di Jl Yapink Putra No.11 Tambun Selatan, Bekasi.
Setelah sesi foto bersama, para peserta berbaris menuju tempat pengambilan snack dan kopi sebelum mengikuti materi pertama tentang penulisan jurnalistik.
Namun, di tengah suasana yang penuh semangat, sebuah kejadian tak terduga terjadi. Seorang peserta yang biasanya mengenakan kacamata rupanya datang tanpa perlengkapan andalannya. Akibatnya, pintu yang berdiri tepat di depannya luput dari pengamatan.
“Bruk! Pintu pun menjadi korban”
Insiden tersebut sontak mengundang gelak tawa kecil di antara peserta. Beruntung, kejadian itu menjadi selingan humor yang mencairkan suasana dan membuat kegiatan semakin akrab.
Ironis sekaligus menggelitik. Seorang jurnalis dituntut jeli melihat fakta di lapangan, tetapi kali ini justru pintu di depan mata yang gagal terpantau.
Dari kejadian sederhana ini, ada pelajaran kecil yang bisa dipetik: jurnalis memang harus jeli mengamati peristiwa, tetapi jangan sampai lupa membawa perlengkapan yang menunjang penglihatan.
Sebelum materi jurnalistik dimulai, peserta sudah mendapatkan satu bahan berita menarik. Tak perlu mencari narasumber jauh-jauh, karena peristiwanya terjadi langsung di lokasi dan pelakunya ada di antara mereka sendiri.
Pesan moralnya sederhana: sebelum berburu berita, pastikan kacamata sudah terpasang. Sebab, kalau salah melihat, bukan hanya berita yang bisa meleset, pintu pun bisa ikut menjadi korban!
Salam jurnalis! Tetap jeli melihat fakta, santai dalam berkarya, dan jangan lupa kacamata.