Jelang Kongres Perempuan Indonesia dan Seminar Internasional, Garda Rakyat Kibarkan Bendera Partai Buruh Lebih Awal

Jelang Kongres Perempuan Indonesia dan Seminar Internasional, Garda Rakyat Kibarkan Bendera Partai Buruh Lebih Awal

Jakarta, KPonline-Agak lain memang langkah yang diambil Partai Buruh. Saat partai-partai lain masih sibuk mengukur elektabilitas, Partai Buruh justru memanaskan mesin ideologisnya. Minggu (18/1/2026), Partai Buruh dijadwalkan menggelar Kongres Perempuan Indonesia dan Seminar Internasional Gerakan Buruh di Tavia Heritage Hotel, Jakarta, sebuah agenda yang disebut-sebut sebagai penegasan arah perjuangan politik berbasis kelas pekerja dan kesetaraan gender.

Menariknya, denyut kegiatan sudah terasa jauh sebelum acara resmi dimulai. Garda Rakyat, salah satu sayap Partai Buruh, tampak datang lebih awal ke lokasi. Sejak Sabtu, mereka mulai melakukan berbagai persiapan, mulai dari pemasangan bendera partai, banner kegiatan, hingga pengaturan teknis lapangan.

Langkah ini bukan sekadar teknis, melainkan simbol kesiapsiagaan politik. Di tengah situasi nasional yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada buruh dan perempuan, Partai Buruh memilih memastikan bahwa kongres ini tidak hanya berjalan seremonial, tetapi juga menunjukkan kekuatan konsolidasi akar rumputnya.

Panglima Koordinator Garda Rakyat, Supriyadi atau biasa dipanggil Piyong dalam keterangannya menyampaikan bahwa seluruh kader tetap diminta menjaga semangat, meski berbagai dinamika internal dan eksternal sempat terjadi sejak akhir 2025 hingga awal 2026.

“Walaupun ada banyak hal yang belum berjalan seperti yang diharapkan sejak Desember hingga Januari ini, kawan-kawan tetap diminta untuk tidak surut langkah. Perjuangan ini bukan soal siapa yang diberi atau tidak diberi, tapi soal kesadaran dan tanggung jawab bersama,” ujar Supriyadi yang juga merupakan Panglima Koordinator Nasional Garda Metal FSPMI.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Garda Rakyat sejak awal merupakan bentuk tanggung jawab organisasi, sekaligus wujud keseriusan dalam mengawal agenda strategis partai. Menurutnya, perjuangan politik tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan, baik waktu, tenaga, maupun kepentingan pribadi.

“Ada yang mungkin belum sempat bersama keluarga, ada yang belum sempat beristirahat. Tapi semua ini dijalani dengan kesadaran penuh, karena perjuangan buruh dan perempuan tidak bisa ditunda,” lanjutnya.

Dalam giat tersebut, Supriyadi menyiapkan anggotanya dari berbagai daerah dan struktur organisasi. “Selain dari Garda Metal. Laskar SPN, Kopaskep dan Brigade KSPSI juga akan menjadi satuan tugas pengamanan hingga agenda Partai Buruh berakhir,” ungkap Supriyadi.

Pengamanan dan pengaturan teknis pun telah disusun secara rinci. Garda Rakyat menyiapkan personel khusus di berbagai titik, baik di luar maupun di dalam lokasi acara, guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman. Skema pengamanan internal ini menunjukkan bahwa Partai Buruh mengandalkan kekuatan organisasinya sendiri dalam menjaga agenda-agenda politiknya.

Dengan bendera yang sudah berkibar sehari lebih awal, Garda Rakyat seolah ingin menyampaikan satu pesan penting ke publik dan penguasa bahwa perjuangan belum dimulai besok, perjuangan sudah dimulai sejak sekarang.