Jakarta, KPonline – Kongres V Partai Buruh yang digelar pada Selasa-Kamis, 20–22 Januari 2026, di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jl. Angkasa No. 1, RT 07/RW 05, Gunung Sahari Utara, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, menjadi momentum penting konsolidasi dan penguatan arah perjuangan Partai Buruh ke depan.
Dalam forum tertinggi partai tersebut, Jazuli, Ketua Exco Provinsi Jawa Timur, menyampaikan pidato penuh semangat yang menegaskan identitas Partai Buruh sebagai partai ideologis yang lahir dari rahim kaum pekerja. Dengan lantang ia menyatakan, “Partai kami adalah masa depanmu,” sebagai seruan optimisme bagi buruh, petani, dan seluruh rakyat kecil.
Jazuli juga menegaskan bahwa kepemimpinan Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, masih sangat layak dan mumpuni untuk terus mengemban amanah memimpin partai. Menurutnya, beban dan tanggung jawab memimpin Partai Buruh bukanlah hal ringan, karena partai ini tidak didirikan oleh pemilik modal, melainkan oleh kaum buruh itu sendiri. Justru di situlah kekuatan Partai Buruh dalam menjaga kemurnian ideologi perjuangan.
“Partai ini bukan partai pemodal. Inilah yang membuat ideologi kita tetap kuat dan konsisten. Sampai hari ini, Bung Said Iqbal masih sangat layak memimpin Partai Buruh,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jazuli berharap Kongres V ini mampu melahirkan ide dan pemikiran strategis dari seluruh peserta, khususnya dalam merumuskan strategi kemenangan partai, baik secara internal maupun eksternal, menyongsong agenda politik ke depan.
Pada aspek internal, ia menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi dari tingkat pusat hingga ranting. Konsolidasi kepengurusan dan penyiapan kader, menurutnya, harus dilakukan secara cepat, terencana, dan berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa tahun 2030 bukanlah waktu yang lama, melainkan relatif singkat dalam perjalanan perjuangan partai.
“Di sisa waktu ini kita harus bekerja lebih maksimal. Penguatan internal, penyiapan pengurus dan kader yang akan kita tarungkan dalam pemilu mendatang harus benar-benar dipikirkan secara serius dan strategis,” ujarnya.
Sementara itu, pada aspek eksternal, Jazuli menyoroti besarnya peluang dukungan dari masyarakat luas di luar struktur partai. Ia menyebut banyak elemen masyarakat yang tertarik bergabung karena melihat konsistensi Partai Buruh dalam memperjuangkan isu-isu kerakyatan, tidak hanya isu buruh, tetapi juga isu petani, pajak, lingkungan hidup, hingga pemberantasan korupsi, meskipun berada di luar lingkar kekuasaan.
Namun demikian, ia juga menilai bahwa sistem pemilu di Indonesia saat ini masih menjadi tantangan tersendiri karena dinilai lebih menguntungkan partai-partai berkuasa. Oleh sebab itu, strategi eksternal, termasuk komunikasi publik dan pembahasan regulasi pemilu, harus menjadi agenda penting yang dibahas secara mendalam dalam kongres ini.
“Ada dua hal penting yang harus kita rumuskan bersama. Harapan kita, kongres ini melahirkan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan kondisi saat ini dan menjadi penguatan amunisi Partai Buruh menjelang pemilu mendatang,” pungkas Jazuli.
Kongres V Partai Buruh diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkokoh konsolidasi ideologi, organisasi, dan strategi perjuangan menuju kemenangan politik yang berpihak pada rakyat.
(Bunga Djo)



