Depok, KPonlone – Di tengah keramaian jalan dan suasana malam yang masih hidup, Ketua Jaringan Rakyat Jelata (JARETA) Depok, Subagya, menyempatkan diri berhenti di sebuah gerobak bakso Malang milik Mas Udin di Pekansari, Kabupaten Bogor (31/1)
Gerobak sederhana itu berdiri di pinggir jalan, dengan aroma kuah bakso yang menggoda dan beberapa pembeli yang silih berganti datang.
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari upaya mendengar langsung suara rakyat kecil, khususnya pelaku usaha mikro yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
“Mas Udin, apa kabar? Saya dengar bakso malang kamu lagi laris manis!” sapa Subagya membuka percakapan.
“Alhamdulillah, Pak Ketua. Terima kasih sudah mampir. Silakan kalau mau coba bakso malang saya,” jawab Mas Udin dengan wajah ramah.
Subagya tersenyum sambil mengamati aktivitas di sekitar gerobak. “Nanti saya cicipi. Tapi yang lebih penting, saya ingin tahu kondisi warga sekitar. Apa saja masalah yang sedang dihadapi?”
Mendapat pertanyaan itu, Mas Udin pun menyampaikan keluh kesah yang selama ini dirasakan, tidak hanya oleh dirinya, tetapi juga oleh banyak pedagang kecil di sekitarnya. Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan baku menjadi beban utama bagi pelaku UMKM.
“Harga bahan baku terus naik, Pak Ketua. Tapi pendapatan kami enggak ikut naik. Pembeli juga makin selektif,” ujarnya.
Tak hanya itu, persoalan permodalan juga menjadi masalah serius. Menurut Mas Udin, akses terhadap kredit usaha yang seharusnya membantu pedagang kecil justru sulit dijangkau.
“Kami butuh bantuan nyata dari pemerintah. Katanya ada kredit usaha rakyat, tapi kenyataannya susah sekali dapatnya. Syaratnya banyak, padahal kami pinjam juga bukan buat yang besar-besar. Modal dagang paling dua jutaan saja,” tuturnya.
Keluhan tersebut didengarkan dengan saksama oleh Subagya. Ia menegaskan bahwa kondisi seperti ini menunjukkan masih adanya jurang antara kebijakan dan realitas di lapangan.
“Saya catat semua, Mas Udin. Ini bukan cerita satu orang, tapi masalah banyak UMKM. Jaringan Rakyat Jelata akan berusaha memperjuangkan agar akses permodalan lebih mudah, syaratnya masuk akal, dan benar-benar berpihak kepada pedagang kecil,” tegas Subagya.
Mas Udin menyambut pernyataan itu dengan harapan besar. “Terima kasih, Pak Ketua. Kami pedagang kecil cuma bisa berharap ada yang benar-benar mau memperjuangkan kami.”
Kunjungan Subagya ke lapak bakso malang tersebut menjadi gambaran nyata kondisi ekonomi rakyat kecil di tingkat bawah. Di balik ramainya pembeli, masih ada keresahan tentang keberlanjutan usaha, kenaikan biaya produksi, dan sulitnya mendapatkan dukungan permodalan.
Melalui dialog langsung seperti ini, Jaringan Rakyat Jelata berharap aspirasi pelaku UMKM dapat sampai ke pengambil kebijakan, sehingga program bantuan dan kredit usaha tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil.



