Karawang, KPonline – Kita semua hanya akan selamat apabila saling menasihati dan mengingatkan satu sama lain. Ketika ada saudara yang berbuat kesalahan, lalu diingatkan, maka keselamatan bersama dapat terjaga. Namun jika dibiarkan, bukan tidak mungkin seluruh pihak akan tenggelam bersama.
Perumpamaan ini ibarat sebuah kapal yang ditumpangi oleh dua kelompok penumpang, sebagian berada di atas dan sebagian di bawah. Apabila penumpang di bagian bawah melubangi kapal dengan alasan tidak ingin mengganggu penumpang di atas, dan perbuatan itu dibiarkan, maka seluruh penumpang kapal akan binasa.
Makna tersebut selaras dengan pentingnya amar ma’ruf nahi munkar (memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran) dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan dikutip oleh Imam Nawawi rahimahullah dalam Riyadhus Shalihin, dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَالْوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا ، فَكَانَ الَّذِينَ فِى أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِى نَصِيبِنَا خَرْقًا ، وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا . فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا ، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا
“Perumpamaan orang yang menegakkan batas-batas Allah dan orang yang melanggarnya adalah seperti suatu kaum yang berada di atas sebuah kapal. Sebagian berada di atas dan sebagian di bawah. Ketika yang di bawah hendak mengambil air, mereka berkata: ‘Bagaimana jika kita melubangi bagian kapal kita agar tidak mengganggu orang di atas?’ Jika orang di atas membiarkan mereka, niscaya semuanya akan binasa. Namun jika mereka mencegahnya, niscaya mereka semua akan selamat.”
(HR. Bukhari No. 2493)
Pesan moral dari hadits tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Ketua PUK SPAMK FSPMI PT Kasai Teck See Indonesia, Bung Ade Suryana, dalam closing statement pada Konsolidasi Akbar PUK SPAMK FSPMI PT KTSI, yang digelar pada Sab’tu, 24 Januari 2026, di Aula Masjid Al-Ghammar, Jalan Interchange Karawang Barat.
Menjelang akhir acara, suasana dikondisikan dengan ice breaking agar peserta kembali fokus dan bersemangat.
Dalam penyampaiannya, Bung Ade Suryana juga meneruskan pesan dari Presiden Direktur PT Kasai Teck See Indonesia, Mr. Takahashi Nozawa, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh karyawan atas kontribusi dan dedikasinya selama ini bagi perusahaan.
Sebagai Ketua PUK, Bung Ade Suryana menegaskan pentingnya seluruh anggota untuk menjaga kode etik perusahaan serta memelihara abnormalitas kerja, seperti kedisiplinan absensi, sikap kerja, dan perilaku di lingkungan perusahaan.
Menutup pernyataannya, Bung Ade mengingatkan agar jangan sampai ulah segelintir oknum yang tidak menjaga abnormalitas justru berdampak buruk bagi seluruh pekerja PT KTSI.
“Jangan sampai karena ulah sedikit orang, semua ikut merasakan dampaknya. Jangan coba-coba melubangi kapal yang sedang kita tumpangi,” tegasnya.
Selain itu, Bung Ade juga menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk menjauhi dan menghentikan praktik judi online, karena dampak domino dari judi online dinilai sangat berbahaya, baik bagi individu, keluarga, maupun keberlangsungan kerja dan perusahaan.



