Jamkeswatch dan FSPMI Dampingi Warga Terkendala Biaya di RSUD Jombang

Jamkeswatch dan FSPMI Dampingi Warga Terkendala Biaya di RSUD Jombang

Jombang, KPonline – FSPMI Jombang bersama Jamkeswatch melakukan pendampingan terhadap pasien yang terkendala biaya saat menjalani perawatan di RSUD Jombang. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap anggota PUK FSPMI PT Indomarco Prismatama Cabang Jombang.

Sumadris (62 tahun), warga Dusun Balongrejo, Desa Badas, Kecamatan Sumobito, telah mengalami sakit selama kurang lebih satu bulan akibat alergi yang menyebabkan luka melepuh di sekujur tubuh. Meski memiliki BPJS Mandiri kelas 3, status kepesertaannya menunggak sekitar Rp1.500.000 sehingga tidak berani berobat karena keterbatasan biaya dan kekhawatiran terhadap denda rawat inap.

Keluarga kemudian menghubungi Jamkeswatch Jombang untuk meminta saran dan pendampingan. Respons cepat diberikan oleh tim Jamkeswatch.

Pada Selasa (3/2/2026) pagi, Rahmad Pramono selaku Ketua DPD Jamkeswatch Jombang melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial serta BPJS Kesehatan. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa Bapak Sumadris telah terdaftar sebagai peserta JKN KIS PBI, meskipun sebelumnya memiliki tunggakan BPJS Mandiri.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, pasien akhirnya dapat dibawa ke IGD RSUD Jombang dengan jaminan pembiayaan melalui program JKN KIS PBI. Rahmad Pramono menyampaikan bahwa perangkat desa seharusnya lebih proaktif dalam memantau kondisi warganya.

“Seharusnya perangkat desa lebih aktif melihat kondisi masyarakat. Contohnya Bapak Sumadris yang sudah satu bulan sakit namun tidak berani berobat karena BPJS Mandirinya menunggak, padahal statusnya sudah beralih ke JKN KIS PBI,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Upaya pendampingan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial serta komitmen FSPMI dan Jamkeswatch dalam mendorong terciptanya pelayanan kesehatan yang adil dan mudah diakses bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Jombang. (Rohman)