Sidoarjo, KPonline – Sebuah ruang di Sekretariat PC SPL FSPMI Kabupaten Sidoarjo mendadak penuh dengan cerita inspiratif pada Kamis malam (29/1/2026). Pramudya (Bekasi) dan Joko Suharyanto (Cirebon) hadir bukan sekadar bertamu, melainkan membawa misi berbagi semangat advokasi kesehatan kepada kawan mereka di Sidoarjo.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari undangan lisan Ketua PC SPL FSPMI Kabupaten Sidoarjo, Narwoko, S.H., saat bertemu di Gresik sehari sebelumnya. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pengurus Perda Jamkeswatch Sidoarjo dan Surabaya, di antaranya Meimun Toha, Dani, Sri Handayani, Najib Haris, Wafiq, Bobby Kristanto, dan Abd Muis.
Diskusi yang dimulai dari obrolan santai ini segera berubah menjadi sesi “bedah kasus” yang mendalam. Mulai dari strategi menghadapi pelanggaran jaminan kesehatan hingga curahan hati saat perjuangan mereka berujung duka ketika nyawa pasien tak tertolong.

Ada satu benang merah yang mereka sepakati malam itu: Jamkeswatch bukan LSM pencari cuan.
“Relawan harus punya keikhlasan. Jamkeswatch bukan tempat untuk cari panggung,” ujar Sri Handayani, menekankan pentingnya seleksi relawan di Sidoarjo.
Menariknya, Pramudya juga menyoroti sisi kemanusiaan internal organisasi. Ia mengingatkan bahwa organisasi perlu memperhatikan kesejahteraan relawan yang sudah tidak bekerja agar fokus mereka dalam membantu rakyat tidak terganggu oleh urusan perut.
Kunjungan singkat namun sarat makna ini berakhir pada pukul 21.00 WIB. Bagi Meimun Toha, Korda Jamkeswatch Sidoarjo, pertemuan ini adalah suntikan nutrisi pengetahuan bagi para relawan khususnya Sidoarjo untuk terus konsisten membela hak kesehatan masyarakat.
(Khoirul Anam)



