Inilah Ketua PUK SPAMK FSPMI yang Baru Hasil Rapat Pra-MUSNIK

Inilah Ketua PUK SPAMK FSPMI yang Baru Hasil Rapat Pra-MUSNIK

Pasuruan, KPonline – Pengurus PUK SPAMK FSPMI PT ISEKI Indonesia menggelar rapat pra-MUSNIK sebagai bagian dari persiapan menuju Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) IV dengan agenda utama menentukan Ketua PUK untuk periode mendatang.

 

Bacaan Lainnya

Rapat yang dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) selepas pulang kerja, dihadiri oleh 10 dari total 11 pengurus PUK. Kegiatan berlangsung di Kantin PT ISEKI Indonesia yang berlokasi di Jl. Rembang Industri Raya No. 11 Curahdukuh, kawasan PIER, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

 

Dalam forum tersebut, diskusi berjalan dinamis dan penuh keterbukaan. Sejumlah usulan mengemuka terkait mekanisme pencalonan Ketua PUK. Mulai dari wacana seluruh pengurus dicalonkan sebagai kandidat, pembatasan kandidat sebanyak 2 hingga 4 orang, hingga opsi penunjukan langsung satu nama sebagai Ketua PUK.

 

Namun demikian, dinamika internal organisasi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal. Terdapat informasi dari manajemen perusahaan mengenai kemungkinan adanya perubahan kebijakan, serta kabar bahwa Presiden Direktur (Presdir) saat ini akan memasuki tahun terakhir masa jabatannya. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting, mengingat potensi risiko terganggunya hubungan industrial apabila terjadi pergantian kepemimpinan di kedua belah pihak secara bersamaan.

 

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek strategis, forum akhirnya menyepakati untuk mempertahankan kepemimpinan yang ada. Untuk periode 2026–2029, jabatan Ketua PUK tetap diemban oleh Bung H. Suparnanto, sementara posisi Sekretaris PUK tetap dipercayakan kepada Bung Lukman Prawira Bisma.

 

Keputusan ini diambil sebagai langkah menjaga stabilitas organisasi serta hubungan industrial yang harmonis dengan perusahaan. Di sisi lain, pengurus juga berkomitmen untuk terus menyiapkan kaderisasi dengan mengasah dan membina potensi calon-calon pemimpin dari jajaran pengurus saat ini.

 

Dengan demikian, keberlanjutan organisasi tetap terjaga tanpa mengabaikan pentingnya regenerasi kepemimpinan di masa yang akan datang.

(Dede Faisal RA)

Pos terkait