Ini Poin Penting Ratin Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen FSPMI di Purwakarta

Ini Poin Penting Ratin Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen FSPMI di Purwakarta

Purwakarta, KPonline-Dalam rapat rutin (Ratin) Pengurus Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (PP-SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang diselenggarakan di Kantor Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta pada Senin, (2/3/2026). Ketua Umum (Ketum) PP SPAMK, Khairul Bakrie menyampaikan sejumlah poin strategis yang menegaskan arah perjuangan organisasi ke depan.

Meski disampaikan secara spontan dan dinamis, terdapat beberapa benang merah penting yang bisa dirangkum sebagai sikap politik dan strategi organisasi.

1. Konsolidasi Daerah dan Hubungan dengan Pemerintah

Ketua Umum menekankan pentingnya memperkuat struktur organisasi di daerah-daerah. Ia menyinggung bagaimana komunikasi dengan pemerintah daerah harus dibangun secara baik dan terstruktur.

Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari kekuatan pusat, tetapi dari seberapa kokoh basis di tingkat daerah dan sektoral.

“Kalau kita bicara nasional, itu tidak cukup hanya di pusat. Basis organisasi harus hidup di semua lini,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dinamika pengurangan hari kerja di sektor tertentu yang berdampak pada anggota. Hal ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kesejahteraan langsung pekerja.

2. Tantangan Teknologi dan Finalisasi Produk

Ketua Umum mengingatkan bahwa 25 tahun lalu perjuangan utama adalah soal produksi dan eksistensi industri. Namun hari ini tantangannya berbeda: teknologi, efisiensi, dan finalisasi produk.

SPAMK, menurutnya, tidak boleh tertinggal dalam memahami perubahan industri otomotif dan komponen.

Organisasi harus mampu:

• Memahami perkembangan teknologi

• Mengawal dampaknya terhadap pekerja

• Mendorong peningkatan kompetensi anggota

Ia menekankan bahwa pendidikan menjadi kunci.

“Kalau kita lepas dari pendidikan, kita akan tertinggal. Kita harus membangun jalur-jalur baru pembelajaran.”

3. Penguatan Pendidikan dan Kesadaran Ekonomi

Dalam rapat tersebut juga dibahas pentingnya pendidikan organisasi dan pemahaman ekonomi bagi anggota. Ketua Umum menegaskan bahwa banyak persoalan buruh sebenarnya berakar pada kurangnya pemahaman ekonomi makro dan kebijakan industri.

Ia menyampaikan bahwa pembelajaran harus dilakukan secara terus-menerus sebelum organisasi mengambil langkah besar.

“Sebelum kita mengambil keputusan, kita harus paham betul prosesnya.”

4. Isu Sektoral dan Koordinasi Lapangan

Ketua Umum menyinggung persoalan di sektor tertentu, termasuk dinamika di tingkat perusahaan dan pekerja lapangan. Ia meminta agar setiap isu dikonfirmasi langsung kepada anggota di basis.

Menurutnya:

1. Jangan mengambil kesimpulan sepihak

2. Dengarkan pekerja di dalam dan di luar lini produksi

3. Pastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan riil anggota

5. Program Kerja Nasional dan Ekspansi ke Luar Jawa

Salah satu poin penting adalah rencana melanjutkan pembahasan program kerja, khususnya untuk wilayah luar Jawa. Ketua Umum menilai waktu rapat tidak cukup untuk membahas kebijakan secara mendalam.

Karena itu:

• Program kerja akan difinalisasi lebih rinci

• Fokus penguatan organisasi akan diperluas ke luar Jawa

• Pembahasan kebijakan strategis akan dilakukan dalam forum lanjutan

“Kalau kita bahas kebijakan sekarang tidak cukup waktunya. Kita akan masuk lebih dalam di forum berikutnya.”

Dari keseluruhan pernyataan Ketua Umum PP SPAMK dalam rapat rutin tersebut, dapat ditarik beberapa arah strategis:

1. Konsolidasi struktur hingga ke basis paling bawah

2. Adaptasi terhadap perubahan teknologi industri

3. Penguatan pendidikan dan pemahaman ekonomi anggota

4. Pendalaman isu sektoral berbasis data lapangan

5. Ekspansi dan penguatan organisasi di luar Jawa

Rapat ini menunjukkan bahwa SPAMK FSPMI tidak hanya berbicara soal reaksi terhadap masalah, tetapi mulai memetakan arah jangka panjang organisasi dalam menghadapi tantangan industri otomotif nasional.