Labuhanbatu,KPonline, – Rencana Aksi demonstrasi FSPMI Labuhanbatu dalam menolak PHK efisiensi terhadap ratusan orang pekerja di Kantor kebun PT SMA KAN yang akan digelar pada hari ini senin 16 Februari 2026 ditunda,Penundaan aksi tersebut karena pihak perusahaan yang diwakili HRD PT SMA KAN-Asian Agri Group membuka ruang untuk kembali berunding bersama serikat pekerja,hal ini dibenarkan oleh Wardin selaku ketua PC SPPK-FSPMI Labuhanbatu bahwa pihaknya mengatakan akan ada pertemuan kembali.16/02/2026
“Sebagai informasi,tadi malam kami dihubungi HRD dan berkomunikasi lewat pesan WA,bahwa kami bersama HRD asian Agri akan bertemu untuk membahas masalah PHK,maka aksi hari ini sepakat kami tunda”kata wardin
Penundaan aksi tersebut,menurutnya dilakukan untuk mengkedepankan diplomasi sebagai upaya penyelesaian perselisihan PHK
“Tentu kami menyambut baik pihak pengusaha yang membuka ruang untuk membicarakan persoalan yang terjadi,meskipun PHK efisiensi saat ini belum di jalankan,namun masih ada waktu untuk mencari solusi untuk tidak dilakukan,tentu kami juga memprioritaskan musyawarah sebagai upaya proses penyelesaian masalah” ucap wardin
Disaat yang sama,Suwondo selaku ketua PUK SPPK-FSPMI PT SMA juga mengatakan hal yang sama,informasi penundaan aksi baru diterima diterima malam hari Minggu sekitar pukul 23.30 WIB,bersama anggota pihaknya menegaskan siap satu komando dalam menjalankan intruksi organisasi
“Tadi malam sekitar jam 23.30 mendapat informasi penundaan aksi,tentu kami sepakat menunda aksi,karna kami juga bersama anggota disini ikut intruksi organisasi,bila pertemuan dengan HRD ataupun pejabat tinggi perusahaan tidak mencapai kesepakatan,kapanpun kami siap Aksi”tegas Suwondo.
Ia berharap kepada pihak perusahaan PT SMA,agar perundingan nantinya yang digelar menghasilkan kesepakatan mufakat,win-win solution atas persoalan menyusul surat PHK alasan efisiensi agar dibatalkan,jika tidak maka ada banyak nasip keluarga menjadi korban kehilangan mata pencarian untuk bertahan hidup,pendidikan anak-anak buruh terancam putus sekolah.Menurutnya PHK efisiensi jangan dijadikan PHK yang diduga untuk menggantikan pekerja yang lama dengan tenaga kerja baru hanya karna pekerja lama ikut menjadi anggota serikat pekerja FSPMI
“Kami berharap mencapai kesepakatan bersama,perusahaan memberikan win-win solution,sehingga tidak ada PHK massal efisiensi yang akan banyak pekerja kehilangan pekerjaan,ratusan anak-anak terancam pendidikannya putus bila orangtuanya tidak bekerja.PHK efisiensi tapi dilapangan faktanya tak sedikit perusahaan merekrut tenaga kerja baru,apakah karna kami bergabung FSPMI sehingga anti serikat?”tanya wondo dengan penuh harapa
Senada hal yang sama dikatakan salah satu Pengurus Pusat(PP) SPPK-FSPMI Budi Syahputra Siregar,S.H,M.H,apa yang dilaukan serikat pekerja adalah bagian dari mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial(PPHI)sebagai mana yang diatur dalam Undang-Undang No.2 tahun 2004 tentang PPHI,ia juga menyoroti PHK Efisiensi bermodalkan selembar surat PHK dengan alasan efisiensi yang berdasarkan PP No.35 tahun 2021 tanpa disertai bukti-bukti yang kuat kondisi kerugian perusahaan. Menurutnya PHK efisiensi di PT SMA hanya akal-akalan saja
“Apa yang dilakukan kawan-kawan SPPK-FSPMI Labuhanbatu adalah bagian dari upaya serta mekanisme penyelesaian perselisihan PHK,harapan kami semoga komunikasinya bisa menghasilkan kesepakatan untuk menjawab tuntutan pekerja di PT SMA,demi menjaga hubungan industrial dan citra perusahaan selayaknya dan sepatutnya pimpinan perusahaan membatalkan surat PHK efisiensi itu.karna menurut kami efisiensi itu hanya akal-akalan saja,sebab disaat yang sama informasi yang dapatkan dari PUK itu,perusahaan merekrut tenaga kerja baru dengan membuka lowongan kerja,jadi janganlah dijadikan efisiensi sebagai alasan PHK”
Sampai saat ini,belum ada perundingan dilakukan,pantauan dilapangan sejak pagi tadi pekerja PT SMA yang notabene anggota PUK SPPK-FSPMI PT SMA mereka masuk kerja seperti biasa sembari menunggu hasil diplomasi lanjutan,sementara itu bung Wardin mengatakan belum mendapat kepastian kapan waktu dan tempat pertemuan perundingan dilakukan dengan HRD PT SMA Asian Agri Group,namun pihaknya menegaskan kembali Aksi akan tetap dilakukan jika nantinya perundingan lanjutan dengan Perusahaan menemui jalan buntu
“Aksi akan tetap kami lakukan sepanjang perundingan tidak menghasilkan kesepakatan apabila yang menjadi tuntutan Pekerja surat PHK efisiensi tidak dicabut” Pungkas Wardin. (Pranoto)