“Hidup Buruh! FSPMI Yes!” — Asmat Serum Kobarkan Semangat & Tegaskan Sikap Tolak Pemagangan Bermasalah di Musnik VIII PUK FCC

“Hidup Buruh! FSPMI Yes!” — Asmat Serum Kobarkan Semangat & Tegaskan Sikap Tolak Pemagangan Bermasalah di Musnik VIII PUK FCC

Bandung, KPonline – Ketua PC SPAMK FSPMI Kabupaten Karawang sekaligus Ketua KC FSPMI Kabupaten Karawang, Asmat Serum, S.H., M.H, menyampaikan sambutan penuh semangat dalam Musyawarah Unit Kerja (Musnik) VIII PUK SPAMK FSPMI PT. FCC Indonesia periode 2026–2029.

Kegiatan yang digelar pada 14–15 Februari 2026 di Ball Room Bale Kambang, Karang Setra Hotel ini diikuti 126 peserta, terdiri dari 80 pengurus dan anggota PUK SPAMK FSPMI PT. FCC Indonesia serta 46 tamu undangan dari berbagai PUK SPAMK se-Kabupaten Karawang dan perwakilan PUK SPA di Honda Group.

Bacaan Lainnya

Turut hadir perwakilan Manajemen PT. FCC Indonesia Fiqih Alfirdausy, jajaran pengurus PP SPAMK FSPMI, Pengurus PC SPAMK FSPMI Kabupaten Karawang, serta unsur pilar FSPMI Kabupaten Karawang, di antaranya Korda Garda Metal Karawang Dani Supardika, Kabiro Peliputan Media Perdjoeangan Karawang Hasan, S.Pd.I., dan Ketua DPD Jamkeswatch Karawang Syehudin.

Sebelum memulai sambutannya, Asmat terlebih dahulu menguji kekompakan peserta dengan yel-yel perjuangan.

“Saya mau test suaranya… Hidup Buruh!”

“Hidup!”

“Hidup Buruh!”

“Hidup!”

“FSPMI!”

“Yes! Yes! Yes!”

Seruan tersebut dijawab lantang dan meriah oleh seluruh peserta Musnik dan tamu undangan yang hadir, menciptakan atmosfer perjuangan yang solid dan penuh energi.

Dalam sambutannya, Asmat menyampaikan apresiasi kepada pengurus PUK FCC periode 2023–2026 atas dedikasi dan perjuangan dalam membela hak serta kesejahteraan anggota. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia Musnik VIII atas kerja kerasnya menyukseskan agenda tiga tahunan tersebut.

Ia mendoakan agar Musnik VIII yang menandai perjalanan 24 tahun organisasi ini diberkahi dan menghasilkan keputusan terbaik.

“Semoga Musnik VIII ini dirahmati, diberkahi dan diridhai Allah SWT. Siapapun yang terpilih nanti, semoga amanah dan mampu membawa eksistensi FCC dan PUK lebih baik dan lebih sejahtera.”

Asmat juga menegaskan agar Musnik dilaksanakan dengan semangat musyawarah tanpa kubu-kubuan.

“Di Musnik ini saya berharap tidak ada kelompok-kelompokan. Kita bermusyawarah, sesuai namanya Musyawarah Unit Kerja.”

Dalam kesempatan tersebut, Asmat menyampaikan informasi penting terkait agenda eksternal FSPMI. Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, tepatnya bulan Ramadhan, akan ada pertemuan Serikat Pekerja yang tergabung dalam KBPP dengan Pemerintah Daerah Karawang guna membahas regulasi pemagangan.

Menurutnya, Peraturan Bupati (Perbup) tentang pemagangan yang dinilai bertentangan dengan regulasi nasional harus ditinjau ulang. Bahkan ke depan, akan didorong menjadi Peraturan Daerah (Perda) melalui mekanisme LKS Tripartit.

Ia mengungkapkan laporan dari Kepala Disnaker Karawang bahwa sekitar 90% yayasan pemagangan diduga bermasalah, baik secara administrasi maupun teknis.

“Pemagangan bukan tidak boleh, tapi harus sesuai aturan. Jika ada program pemagangan masuk ke perusahaan, saya minta untuk ditahan dulu sampai regulasinya jelas.”

Asmat juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum anggota dewan dalam pendirian yayasan pemagangan, bahkan disebut ada yang memiliki lebih dari 20 LPK.

“Miris tidak, kawan-kawan? Statusnya kurang jelas, kerjanya sama seperti kita, tapi gajinya di bawah UMK.”

Ia menegaskan bahwa perjuangan menolak outsourcing saja belum selesai, dan jangan sampai persoalan pemagangan justru menjadi celah baru yang merugikan pekerja.

Selain isu pemagangan, Asmat juga mengingatkan bahwa pekerja outsourcing yang telah bekerja lima tahun atau lebih tidak boleh terus diperpanjang kontraknya tanpa kepastian.

“Jika sudah lima tahun atau lebih dan masih digunakan perusahaan, maka secara otomatis harus menjadi karyawan tetap. Serikat pekerja harus mengingatkan perusahaan.”

Mengakhiri sambutannya, Asmat berharap setiap Musnik, baik di PUK FCC maupun PUK lainnya, selalu diselesaikan melalui musyawarah mufakat.

Sebagai tanda dimulainya rangkaian Musnik VIII, ia secara resmi membuka acara dengan memukul gong sebanyak tiga kali, menandai dimulainya sidang, pembahasan LPJ, penyusunan program kerja, hingga pembentukan kepengurusan baru.

Dengan semangat “Hidup Buruh! FSPMI Yes!”, Musnik VIII PUK SPAMK FSPMI PT. FCC Indonesia resmi bergulir, membawa harapan baru bagi perjuangan buruh yang lebih solid dan bermartabat.

Pos terkait