Hari Kedua Aksi, 2.000 Buruh PT PAKERIN Masih Bertahan di Pakuwon Tower Desak LPS Cairkan Dana

Hari Kedua Aksi, 2.000 Buruh PT PAKERIN Masih Bertahan di Pakuwon Tower Desak LPS Cairkan Dana

 

Surabaya, KPonline – Memasuki hari kedua aksi unjuk rasa, ratusan buruh PT Pabrik Kertas Indonesia (PT PAKERIN) Mojokerto masih bertahan menduduki halaman Pakuwon Tower, kawasan Tunjungan Plaza, Jalan Basuki Rahmat No. 8–12, Surabaya, Selasa (13/1/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) agar segera mencairkan dana perusahaan yang hingga kini tertahan di BPR Prima Master Bank.

Bacaan Lainnya

Dalam aksinya, para buruh menyuarakan penolakan terhadap kebijakan yang dinilai merugikan perusahaan dan pekerja. Sejumlah spanduk dan poster dibentangkan, salah satunya bertuliskan “LPS Jangan Backing Bank Prima untuk Merampok Uang PT PAKERIN”. Penahanan dana tersebut dinilai berdampak serius terhadap kelangsungan operasional perusahaan dan mengancam sekitar 2.000 karyawan dengan risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Wakil Sekretaris DPW FSPMI Jawa Timur, Nuruddin Hidayat, dalam orasinya menjelaskan bahwa PT PAKERIN merupakan nasabah BPR Prima Master Bank (sebelumnya Bank Prima) dengan nilai simpanan tabungan dan deposito yang mencapai sekitar Rp1 triliun. Namun, sejak bank tersebut berstatus Bank Dalam Resolusi (BDR) dan diambil alih oleh LPS, kewenangan pencairan dana sepenuhnya berada di tangan LPS.

“Sejak dana perusahaan tidak dapat dicairkan, operasional PT PAKERIN praktis lumpuh. Gaji buruh selama tiga bulan belum dibayarkan, dan kondisi ini membuat ribuan pekerja terancam kehilangan mata pencaharian,” tegas Nuruddin di sela-sela aksi.

Para buruh menuntut agar LPS segera mencairkan dana perusahaan sebesar Rp250 miliar yang diperuntukkan bagi kebutuhan operasional serta pembayaran gaji buruh yang tertunggak selama tiga bulan. Mereka menilai pencairan dana tersebut merupakan langkah mendesak untuk menyelamatkan perusahaan sekaligus mencegah terjadinya PHK massal.

Aksi pada hari kedua ini menjadi simbol keprihatinan sekaligus perjuangan kaum buruh terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada keberlangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja. Massa aksi menyatakan akan terus bertahan dan mengawal tuntutan tersebut hingga LPS memberikan kejelasan dan memenuhi permintaan para buruh.
(Kontributor Surabaya)

Pos terkait