Jakarta, KPonline–Setelah pembukaan, kongres V Partai Buruh yang diselenggarakan di Golden Boutique Hotel, Jakarta kini memasuki fase krusial dalam menentukan arah politik klas pekerja Indonesia ke depan.
Sebelumnya, momentum besar terjadi pada Selasa (19/01) kemarin, dimana Said Iqbal resmi dikukuhkan kembali untuk memimpin Partai Buruh.
Selain pengukuhan ketua umum, agenda hari pertama juga telah menuntaskan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari seluruh Ketua Exco Provinsi se-Indonesia, yang secara umum diterima dengan catatan penguatan di akar rumput.
Memasuki hari ini, Rabu (21/01), intensitas diskusi di Ballroom Golden Boutique tidak mengendur. Partai Buruh mulai menyusun senjata kebijakan untuk menghadapi kontestasi politik mendatang. Beberapa agenda utama yang tengah dibahas meliputi:
• Pembekalan Kader: Penguatan ideologi dan strategi lapangan bagi pengurus.
• Redesain Sistem Pemilu & Pilkada: Partai Buruh secara serius mengkaji ulang sistem pemilihan yang dianggap lebih berpihak pada rakyat kecil dan meminimalisir politik uang.
• Pendidikan Politik: Langkah konkret partai dalam mencerdaskan konstituen dan anggota agar tidak hanya menjadi objek suara.
“Hari ini adalah jantung dari kongres ini. Kami tidak hanya bicara soal struktur, tapi soal bagaimana sistem pemilu di Indonesia harus dirombak agar lebih adil bagi kelas pekerja,” ujar salah satu delegasi di lokasi.