Pasuruan, KPonline – Setelah hampir tiga tahun berpisah akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), PUK SPAI PT Agel Langgeng (Relaxa) menggelar kegiatan halal bihalal sekaligus temu kangen antar anggota, Sabtu (11/04/2026).
Kegiatan ini menjadi momen pertemuan pertama bagi para mantan karyawan PT Agel Langgeng sejak mereka terdampak PHK massal beberapa tahun lalu di perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan kembang gula tersebut.
Bertempat di rumah salah satu anggota di wilayah Bangil, Pasuruan, acara ini bertujuan untuk menjaga serta mempererat tali silaturahmi di tengah kesibukan masing-masing eks karyawan pasca tidak lagi bekerja bersama.
Acara dibuka dengan sambutan dari Zainul Alim selaku Sekretaris PUK sekaligus Sekretaris PC SPAI Kabupaten Pasuruan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan yang telah terjalin melalui serikat pekerja.
“Kita dipertemukan lewat serikat pekerja dan akan terus bersama meskipun serikat pekerja itu sudah berakhir,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas soliditas anggota selama masa perjuangan. “Saya bersyukur PUK kita ini berakhir dengan khusnul khotimah, karena dari 150 anggota yang ikut sejak awal, sebanyak 145 orang tetap berkomitmen berjuang hingga akhir,” tambahnya.
Perjuangan tersebut, lanjutnya, telah melalui berbagai tahapan mulai dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten, Disnaker Provinsi, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), hingga berakhir pada putusan Mahkamah Agung di Jakarta. Meski hasil akhir belum sesuai harapan, seluruh anggota telah menerima dengan lapang dada.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Eko Wahyudi selaku Bendahara PUK. Ia menyampaikan bahwa ke depan perjuangan akan terus berlanjut, salah satunya dengan mendorong adanya Peraturan Daerah (Perda) provinsi yang dapat menjamin hak-hak buruh yang terdampak PHK untuk kemudian ditagihkan kepada pihak pengusaha.
Di akhir kegiatan, ia juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan. “Silaturahmi ini harus tetap kita jaga dan pererat sampai kapan pun, meskipun kita sudah tidak lagi sering bertemu seperti saat masih aktif bekerja,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, menjadi bukti bahwa solidaritas antar pekerja tetap terjaga meski telah lama berpisah secara profesional.
(Sovyan)



