Karawang, KPonline – Dalam kegiatan pendidikan problem solving PUK SPAMK FSPMI PT Kasai Teck See Indonesia yang mengusung tema “Membentuk Generasi Tangguh untuk Masa Depan Organisasi”, yang dilaksanakan di Villa Osfa Loji, Karawang pada 11–12 April 2026, Asmat Serum, S.H., M.H. hadir memberikan sambutan sebagai perwakilan KC FSPMI.
Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, ketangguhan yang dibangun tidak hanya penting di internal organisasi, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan di luar PUK.
Melanjutkan pemaparan sebelumnya terkait kondisi ekonomi global, Bung Asmat turut menyoroti dampak nyata yang dirasakan di sektor industri, khususnya di perusahaan tempat beliau bekerja. Ia menjelaskan bahwa gempuran produk otomotif dari Tiongkok, terutama kendaraan listrik, mulai menggeser dominasi investor Jepang di Indonesia. Selain itu, konflik di Timur Tengah juga turut memengaruhi pasokan bahan baku industri otomotif nasional.
Melihat kondisi tersebut, beliau mengingatkan seluruh anggota untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Bahkan, ia mendorong PUK-PUK agar mulai merancang program pendidikan pra-pensiun sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan perubahan di masa depan.
Di akhir sambutannya, Bung Asmat juga menyinggung isu-isu perburuhan yang akan berkembang dalam waktu dekat, mulai dari aksi di tingkat daerah hingga nasional, dengan puncaknya pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang direncanakan berlangsung di depan Gedung DPR.
Pesan utama yang disampaikan jelas: seluruh anggota harus tetap solid, waspada, dan terus meningkatkan kapasitas diri guna menghadapi dinamika zaman yang semakin kompleks.



