Garda Metal Semarang Raya Berduka, Djainal Abidin Tutup Usia

Garda Metal Semarang Raya Berduka, Djainal Abidin Tutup Usia

Semarang, KPonline – Kabar duka datang dari Garda Metal Semarang Raya. Salah satu anggotanya, Djainal Abidin yang akrab disapa Bung Jay, meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) akibat serangan jantung.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang aktif dalam organisasi serikat pekerja. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris PUK SPAI PT Espera Satya Offside. Di Garda Metal Semarang Raya, Bung Jay juga pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris pada periode 2016–2018.

Di mata rekan-rekannya, Bung Jay dikenal sebagai pribadi yang ramah, murah senyum, serta memiliki idealisme tinggi dalam memperjuangkan nasib kaum buruh. Ia dikenal konsisten menyuarakan perjuangan pekerja, khususnya di Semarang, yang menurutnya masih jauh dari kondisi sejahtera.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Pangkorda Garda Metal Semarang Raya, Kurniawan Dwi Prasetyo, yang mengenal dekat sosok almarhum.

“Almarhum merupakan sosok yang baik hati dan peduli terhadap banyak hal. Ia sering mengatakan bahwa perjuangan buruh harus diawali dari niat tulus untuk berorganisasi,” ujar Kurniawan saat ditemui di rumah duka di Perumahan Handik Makmur III, Karangroto, Genuk, Semarang.

Kurniawan juga mengenang salah satu momen perjuangan yang melibatkan almarhum, yakni saat aksi kenaikan upah pada tahun 2018 yang berakhir dengan pembubaran massa aksi. Menurutnya, dalam berbagai perjuangan tersebut Bung Jay selalu menunjukkan komitmen tinggi terhadap organisasi.

Selain itu, almarhum juga memiliki andil dalam berbagai kegiatan organisasi, di antaranya turut berperan dalam pelaksanaan Latihan Dasar (Latsar) Garda Metal Semarang Raya yang kedua hingga keempat. Ia juga pernah terlibat dalam mengawal perjuangan karyawan PT Nyonya Meneer pada tahun 2016 melalui aksi Tenda Perjuangan, yang menuntut pembayaran upah pekerja selama lima bulan yang belum dibayarkan.

Kepergian Bung Jay meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekan seperjuangannya di serikat pekerja.

“Selamat jalan pejuang, selamat jalan kawan. Semoga segala pengabdianmu kepada organisasi menjadi amal kebaikan yang terus mengalir,” pungkas Kurniawan. (sup)