Bekasi, KPonline-Mengusung semangat persatuan di tengah dinamika organisasi, Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bekasi menggelar Konsolidasi Akbar bertajuk “Bagi Kami Lebih Penting Persatuan dari Sekedar Jabatan”. Kegiatan ini berlangsung di New Omah Buruh, kawasan industri Delta Silicon 3, Cikarang, Minggu (12/4/2026).
Acara tersebut diharapkan menjadi momen penting bagi anggota Garda Metal, Khususnya Garda Metal FSPMI wilayah Kabupaten Bekasi untuk memperkuat solidaritas menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), rencana aksi pada 16 April, serta Musyawarah Nasional (Munas) V Garda Metal yang akan digelar pada 13 April 2026.
Dalam sambutannya, Panglima Koordinator Nasional (Pangkornas) Garda Metal FSPMI, Supriyadi yang akrab disapa Piyong, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan (Konsolidasi akbar) ini. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, keimanan, serta kebersamaan dalam perjuangan organisasi.
“Kami (pengurus nasional) mengucapkan terima kasih atas undangan konsolidasi akbar ini. Konsolidasi ini sangat penting, terutama menjelang May Day, aksi nasional, dan Munas Garda Metal,” ujar Supriyadi Piyong di hadapan peserta.
Kemudian, Supriyadi Piyong menekankan bahwa kekuatan utama Garda Metal terletak pada konsistensi dan militansi anggotanya. Ia menyebutkan bahwa saat ini Garda Metal telah memiliki sekitar 12.000 hingga 13.000 anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Sulawesi Selatan.
Menurutnya, kontribusi terbesar justru datang dari basis anggota di Kabupaten dan Kota Bekasi. Oleh karena itu, ia meminta seluruh anggota untuk tetap solid dan tidak menyia-nyiakan momentum kebersamaan yang telah dibangun.
“Jangan sia-siakan kebersamaan ini. Garda Metal besar karena militansi dan loyalitas anggotanya. Kita punya jaringan dari ujung barat sampai timur Indonesia, dan itu adalah kekuatan kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Supriyadi Piyong juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan menjauhi sikap sombong dalam berorganisasi. Ia menilai bahwa kesombongan menjadi akar dari berbagai konflik internal yang dapat merusak persatuan.
“Kesombongan adalah sumber masalah. Jangan merasa paling hebat hanya karena punya banyak anggota atau jabatan. Sekecil apa pun peran kita, semua punya kontribusi bagi organisasi,” katanya.
Ia bahkan mengibaratkan pentingnya loyalitas dengan kisah klub sepak bola Italia, Juventus, yang tetap bangkit setelah terdegradasi akibat skandal. Menurutnya, kesetiaan anggota menjadi kunci kebangkitan organisasi dalam menghadapi tantangan.
Tak hanya itu, Supriyadi Piyong juga menegaskan bahwa Garda Metal memiliki karakter khusus dibandingkan organisasi lain, terutama dalam hal komitmen, wawasan melebihi dari anggota biasa dan sumpah keanggotaan yang menuntut militansi tinggi, loyalitas, serta kesiapan berkorban waktu dan tenaga.
Di akhir sambutan, ia mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga hati, memperkuat solidaritas, serta mengajak kembali rekan-rekan yang sempat menjauh dari organisasi agar kembali bergabung dalam perjuangan bersama.
“Kita besar karena kebersamaan. Jangan sampai terpecah. Persatuan adalah kunci utama dalam memperjuangkan hak-hak buruh,” pungkasnya.
Intinya, giat konsolidasi akbar yang diselenggarakan Garda Metal FSPMI Kabupaten Bekasi ini mempertegas bahwa persatuan tetap menjadi nilai utama di atas kepentingan jabatan.