Mojokerto, KPonline – Sesi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus menjadi sesi yang menarik untuk diikuti, dan menjadi momen yang pas untuk melakukan evaluasi bagi organisasi, begitu juga bagi PUK SPL FSPMI PT Pakarti Riken Indonesia periode 2022–2026 dalam rangkaian MUSNIK IX terjadi adu argumen.
Bertempat di Vanda Gardenia Hotel, Trawas, Mojokerto, Jumat (17/1/2026), forum menunjukkan kedewasaan organisasi dengan mengulas laporan secara kritis, khususnya bidang anggaran.
Beberapa peserta MUSNIK secara bergantian menyampaikan tanggapannya selama kurang lebih 1,5 jam. Diskusi berjalan dengan baik, para peserta serius dalam memastikan akuntabilitas pengurus yang akan mengakhiri masa baktinya.
Beragam catatan muncul dari forum. Sejumlah peserta mengevaluasi item-item dalam laporan keuangan, mulai dari kejelasan pos anggaran hingga kesesuaian realisasi dengan perencanaan.
Saking bersemangat nya bahkan ada peserta yang lansung mengusulkan program kerja,namun sigapnya Ketua Sidang Dodik Dwi langsung mengingatkan bahwa akan ada sesi tersendiri untuk mengusulkan program kerja.
Ada yang secara spesifik menyoroti nilai anggaran serta mengusulkan agar aset-aset organisasi yang belum terdata dapat dilampirkan secara resmi dalam laporan.
Yang menarik adalah ketika ada peserta yang memberikan masukan tentang bagaimana membuat laporan keuangan yang benar, NARWOKO pun tampak tersenyum mendengarkan ini dan menyampaikan Terima kasih, kedepan akan mengikuti saran ini,
Setiap pertanyaan dan masukan tersebut dijawab secara terbuka oleh Ketua PUK SPL FSPMI PT PARIN, Narwoko. Terlihat Wahyu Budi Kristianto pengurus PUK yangkiga Ketua Konsulat Cabang FSPMI Sidoarjo pun membantu memberikan Penjelasan secara sistematis, termasuk klarifikasi terkait pengelolaan keuangan dan komitmen transparansi organisasi ke depan.
Respons pengurus yang argumentatif dan terbuka tersebut mampu meyakinkan forum. Setelah melalui proses diskusi yang panjang dan kritis, forum MUSNIK IX secara resmi menerima Laporan Pertanggungjawaban Pengurus periode 2022–2026.
Sebagai konsekuensi organisatoris, forum kemudian menonaktifkan kepengurusan periode tersebut, sekaligus menandai berakhirnya satu fase kepemimpinan dan membuka jalan bagi regenerasi kepengurusan PUK SPL FSPMI PT PARIN selanjutnya. (Khoirul Anam)