Jakarta, KPonline-Komite Eksekutif (Executive Committee/Exco) Pusat Partai Buruh menggelar rapat yang bertempat di Posko Pemenangan Partai Buruh, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026). Agenda ini menjadi bagian dari langkah untuk memperkuat struktur organisasi dan kesiapan administrasi menghadapi dinamika politik nasional ke depan.
Rapat ini tidak dapat dilepaskan dari momentum setelah pelaksanaan Kongres V Partai Buruh pada Januari 2026 lalu di Jakarta. Dalam forum tertinggi partai tersebut, sejumlah keputusan pun telah dihasilkan, termasuk penguatan struktur organisasi dan arah perjuangan politik menuju Pemilu 2029.
Selain itu, dalam kongres tersebut juga ditetapkan kembali Said Iqbal sebagai Presiden Partai Buruh periode 2026–2031, yang menandai kelanjutan kepemimpinan dalam mengonsolidasikan kekuatan politik buruh di Indonesia.
Kemudian, agenda rapat ini dinilai sebagai bagian dari upaya penataan administrasi dan penguatan basis keanggotaan (Data Sipol). Langkah ini penting mengingat partai buruh tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi kontestasi politik nasional pada 2029 mendatang, sekaligus memperluas basis dukungan dari kalangan buruh, petani, dan rakyat kecil.
Salah satu staf Partai Buruh, Jaeni mengatakan bahwa data sipol ini untuk menginput dan mengelola serta untuk memverifikasi dokumen administrasi serta keanggotaan partai politik peserta pemilu.
“Dan fungsi sipol itu sendiri adalah untuk meningkatkan efisiensi, akuntabilitas dan transparansi pendaftaran,” tegas Jaeni.
Dalam beberapa kegiatan sebelumnya, seperti Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Partai Buruh pun menegaskan fokusnya pada isu-isu strategis seperti penghapusan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold), perlindungan pekerja, serta kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat.
Sebagai partai yang berakar dari gerakan serikat pekerja, Partai Buruh terus menegaskan posisinya sebagai representasi politik kelas pekerja. Hal ini sejalan dengan latar belakang kepemimpinan Said Iqbal yang dikenal sebagai aktivis buruh dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Rapat Exco yang dipimpin langsung Said Salahudin, Ketua Tim Khusus (Katimsus) Partai Buruh, ini diharapkan tidak hanya menjadi forum teknis, tetapi juga ruang konsolidasi ideologis bagi kader partai agar tetap solid dalam memperjuangkan kepentingan buruh di tengah tantangan ekonomi dan politik nasional.
Dengan digelarnya rapat ini, Partai Buruh menunjukkan langkah berkelanjutan dalam membangun kekuatan organisasi dari tingkat pusat hingga daerah. Giat semacam ini menjadi kunci dalam menjaga soliditas internal sekaligus memperkuat daya tawar politik partai di masa mendatang.
Di tengah berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih membelit. Mulai dari upah rendah hingga ketidakpastian kerja, Partai Buruh berupaya memastikan bahwa gerakan buruh tetap memiliki saluran politik yang kuat dan terorganisir.