Jakarta, KPonline – Partai Buruh Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya membangun kekuatan politik yang berpijak pada karakteristik lokal daerah, khususnya sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan. Penegasan tersebut disampaikan oleh Hendra Agus Jaelani dalam rangkaian kegiatan Kongres V Partai Buruh yang digelar pada Selasa, 20 Januari 2026, di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jalan Angkasa No. 1, RT 07/RW 05, Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat.
Dalam keterangannya, Hendra Agus Jaelani menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki potensi besar yang harus dikelola secara adil dan berpihak kepada rakyat kecil. Oleh karena itu, Partai Buruh Kabupaten Probolinggo mengusung visi “Mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang Sejahtera, Berkeadilan, dan Bermartabat melalui Pemenuhan Hak-Hak Dasar Kelas Pekerja, Petani, Nelayan, dan Rakyat Kecil.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, Partai Buruh Kabupaten Probolinggo menetapkan sejumlah misi strategis. Pertama, memperkuat perlindungan bagi buruh pabrik dan industri dengan memastikan upah layak, jaminan sosial melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta lingkungan kerja yang aman dan bebas dari diskriminasi.
Kedua, memperjuangkan kedaulatan petani dan nelayan lokal. Bagi petani, Partai Buruh mendorong ketersediaan pupuk bersubsidi yang tepat sasaran serta menjaga stabilitas harga komoditas unggulan daerah seperti bawang merah dan mangga agar petani tidak terus dirugikan saat panen raya. Sementara bagi nelayan, Partai Buruh menekankan perlindungan hak-hak nelayan pesisir Probolinggo, khususnya dalam akses solar bersubsidi serta perlindungan wilayah tangkap dari praktik eksploitasi yang merusak lingkungan.
Ketiga, mendorong terwujudnya jaminan sosial semesta sebagai bagian dari cita-cita welfare state. Partai Buruh Kabupaten Probolinggo berupaya memperjuangkan kebijakan daerah yang menjamin akses kesehatan gratis dan berkualitas bagi seluruh warga, pendidikan yang layak hingga jenjang tinggi, serta jaminan pengangguran bagi pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurut Hendra Agus Jaelani, fokus pada kekuatan lokal merupakan langkah strategis agar pembangunan daerah tidak tercerabut dari akar sosial masyarakat. “Pertanian, perikanan, dan industri pengolahan adalah tulang punggung ekonomi Probolinggo. Sudah seharusnya kebijakan daerah berpihak kepada buruh, petani, dan nelayan sebagai pelaku utama,” tegasnya.
Melalui arah perjuangan tersebut, Partai Buruh Kabupaten Probolinggo berharap dapat menjadi alat perjuangan politik rakyat yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan, dan martabat bagi seluruh lapisan masyarakat.
(Bunga Djo)



