Exco Daerah Usulkan Program Masa Depan Partai Buruh: Dari Kaderisasi, Beasiswa, hingga Penguatan Ideologi

Exco Daerah Usulkan Program Masa Depan Partai Buruh: Dari Kaderisasi, Beasiswa, hingga Penguatan Ideologi

Jakarta, KPonline-Suara daerah kembali menguat dalam forum tertinggi Partai Buruh. Para pengurus Executive Committee (Exco) kabupaten dan kota dari berbagai wilayah Indonesia menyampaikan sejumlah masukan strategis untuk arah program Partai Buruh ke depan. Usulan tersebut berangkat dari pengalaman nyata di lapangan, sekaligus menjadi refleksi kebutuhan organisasi dalam menghadapi tantangan politik nasional.

Salah satu gagasan utama yang mengemuka dalam Kongres V Partai Buruh di Jakarta pada Kamis, (22/1/2026) adalah pembentukan dewan Buruh atau dewan perjuangan berbasis masyarakat. Dewan ini diusulkan sebagai ruang temu antara organisasi dan rakyat, agar tidak lagi ada jarak atau titik pisah antara partai dan basis sosialnya.

“Dewan inilah yang nantinya membentuk watak dan karakter gerakan Partai Buruh ke depan, menentukan arah perjuangan, dan memperkuat langkah untuk merebut kemenangan,” disampaikan salah satu perwakilan Exco daerah.

Menurut mereka, dewan tersebut bukan sekadar struktur tambahan, melainkan alat strategis untuk menanamkan nilai keadilan, memperkuat etika politik, serta memberantas praktik-praktik oportunisme yang merusak gerakan.

Masukan penting lainnya datang dari perwakilan Pulau Jawa yang menyoroti pentingnya program beasiswa bagi kader Partai Buruh. Beasiswa ini diusulkan khusus untuk kader yang benar-benar lahir dan tumbuh dari rahim Partai Buruh, bukan kader instan.

“Kami ingin kader-kader Partai Buruh tidak kalah dengan partai lain. Kalau partai lain bisa melahirkan profesor, dokter, dan ahli, maka Partai Buruh juga harus mampu mencetak kader muda yang cerdas, berpendidikan, dan berideologi kuat,” ujarnya.

Menurut mereka, buruh yang selama ini berada di lapisan paling bawah struktur ekonomi justru harus dipimpin oleh kader-kader terbaik, agar perjuangan kelas pekerja benar-benar terarah dan bermartabat.

Dari Kalimantan Utara dan wilayah Kalimantan pada umumnya, Exco daerah mengangkat persoalan kesenjangan infrastruktur dan komunikasi. Masih banyak daerah yang sulit dijangkau sinyal, jalan rusak, dan akses informasi terbatas.
Karena itu, mereka mengusulkan agar Partai Buruh memiliki program khusus bantuan sarana komunikasi bagi pengurus dan anggota di daerah terpencil, minimal satu perangkat komunikasi untuk tiap wilayah agar koordinasi organisasi tetap berjalan.

“Tanpa komunikasi, gerakan akan terputus. Ini bukan soal teknologi semata, tapi soal kehadiran partai di wilayah terluar,” tegasnya.

Usulan lain yang mendapat perhatian adalah dorongan agar 20 persen sumber daya partai dialokasikan untuk pendidikan, yang mencakup pendidikan politik, ideologi, serta seni dan budaya.

Pendidikan politik dinilai penting karena masih lemahnya komunikasi politik kader di akar rumput. Sementara pendidikan ideologi dibutuhkan agar seluruh anggota memahami secara utuh nilai-nilai dasar Partai Buruh, seperti konsep negara kesejahteraan (welfare state) dan perjuangan keadilan sosial.

Adapun seni dan budaya dianggap sebagai medium penting untuk menyentuh hati rakyat. “Kita terlalu kaku. Padahal seni dan budaya bisa menjadi jalan masuk yang lebih manusiawi dan emosional untuk menjangkau masyarakat,” ujar salah satu pengusul.

Exco daerah juga menekankan pentingnya menjangkau mahasiswa sebagai agen perubahan. Mereka mengusulkan pembentukan sayap atau program khusus di kampus-kampus, termasuk pelatihan pasca-kelulusan tentang hak dan kewajiban tenaga kerja.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi objek politik, tetapi subjek perjuangan yang sadar akan posisi dan perannya dalam dunia kerja dan gerakan sosial.

Selain program kaderisasi, muncul pula usulan evaluasi terhadap mekanisme pencalonan politik, khususnya proses administratif yang dinilai sering memicu konflik dan biaya politik tinggi. Exco daerah berharap mekanisme tersebut lebih sederhana dan berpihak pada penguatan struktur partai di daerah.

“Calon harus lebih banyak berproses di daerah, hidup bersama struktur partai, bukan hanya datang saat butuh dukungan,” tegas perwakilan daerah.

Beragam masukan dari Exco kabupaten dan kota ini mencerminkan semangat bersama, memperkuat Partai Buruh sebagai partai kader, partai ideologis, dan partai rakyat. Usulan-usulan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan serius bagi pimpinan pusat dalam menyusun program jangka panjang.

Dengan menguatkan pendidikan, ideologi, kaderisasi, serta kehadiran nyata di daerah, Partai Buruh diyakini mampu melangkah lebih solid dan siap menghadapi pertarungan politik di masa depan.