Karawang, KPonline – Warga Karangsinom yang menjadi korban penggusuran beberapa waktu lalu menggelar kegiatan silaturahmi bersama pada Minggu (08/03/2026). Pertemuan tersebut menjadi momen penting bagi warga untuk kembali berkumpul setelah kurang lebih empat bulan terakhir mereka hidup terpencar di berbagai rumah kontrakan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini menjadi ruang bagi warga untuk saling menguatkan sekaligus membahas perkembangan perjuangan terkait janji relokasi rumah yang sebelumnya disampaikan oleh KDM kepada masyarakat terdampak penggusuran. Hingga saat ini, warga menilai belum ada realisasi nyata mengenai pembangunan maupun penempatan rumah relokasi yang dijanjikan.
Salah satu perwakilan warga menyampaikan bahwa silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat kembali kebersamaan masyarakat sekaligus menyatukan sikap dalam memperjuangkan hak mereka atas tempat tinggal yang layak.
“Sudah sekitar empat bulan kami tinggal di kontrakan masing-masing setelah penggusuran terjadi. Hari ini kami berkumpul kembali untuk saling menguatkan dan membahas perkembangan janji relokasi yang sampai sekarang belum ada kepastian,” ujarnya.
Dalam diskusi yang berlangsung, warga sepakat untuk tetap mengedepankan langkah yang baik, terukur, serta mengutamakan musyawarah dalam memperjuangkan hak mereka. Meski demikian, masyarakat juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal janji yang pernah disampaikan oleh pihak terkait mengenai penyediaan rumah relokasi bagi warga terdampak.
Dari hasil pertemuan tersebut, warga juga menyepakati bahwa setelah bulan suci Ramadhan atau usai Hari Raya Idul Fitri nanti, mereka akan kembali menggelar pertemuan lanjutan guna menentukan langkah berikutnya dalam memperjuangkan realisasi rumah relokasi yang telah dijanjikan.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan kepastian serta merealisasikan komitmen yang telah disampaikan, sehingga masyarakat terdampak penggusuran dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan kehidupan yang lebih pasti.
Pertemuan silaturahmi tersebut ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar perjuangan warga mendapatkan jalan terbaik serta solusi yang adil bagi seluruh masyarakat terdampak.
(HKN)
