DPW FSPMI Banten Gelar Konsolidasi Pasca Kongres VII: Teguhkan Soliditas, Siapkan Aksi 4 Maret

DPW FSPMI Banten Gelar Konsolidasi Pasca Kongres VII: Teguhkan Soliditas, Siapkan Aksi 4 Maret

Tangerang, KPonline – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Provinsi Banten menggelar konsolidasi pasca Kongres Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) VII dan Munas SPA FSPMI 2026, Kamis (26/02/2026), bertempat di Training Center FSPMI Tangerang Raya, Desa Tapos, Tigaraksa.

Kegiatan ini bertujuan menyampaikan hasil-hasil Kongres VII FSPMI sekaligus memperkuat soliditas organisasi setelah dinamika yang terjadi selama kongres.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam konsolidasi tersebut Presiden DPP FSPMI Suparno, S.H., Sekjen DPP FSPMI Sabilar Rosyad, S.H., Deputi Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz, S.H., Ketua DPW FSPMI Banten Tukimin, para Ketua Umum PP SPA FSPMI, di antaranya SPLP yang kini dipimpin Supriyanto, SPAMK yang dipimpin Khairul Bakri, serta perwakilan PUK Se-Tangerang Raya, Cilegon, dan Serang.

Tegaskan Persatuan, Lupakan Perdebatan

Perwakilan KC Tangerang, Wawaftahni, S.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran DPP FSPMI ke Tangerang. Ia berharap kunjungan ini membawa semangat baru dan manfaat nyata bagi kaum buruh di Tangerang Raya.

Ketua DPW FSPMI Banten, Tukimin, menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan yang pertama setelah Kongres VII.

“Kongres sudah selesai. Tidak ada lagi perdebatan. Lupakan hiruk-pikuk kongres, mari kembali ke ghirah perjuangan buruh. Jangan sampai FSPMI terpecah belah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh struktur untuk tetap berpedoman pada AD/ART organisasi, termasuk dalam hal kewajiban pembayaran iuran (COS). Selain itu, Tukimin meminta seluruh elemen memaksimalkan aksi pada 4 Maret mendatang.

Isu yang Diangkat dalam Aksi 4 Maret:

1. Sahkan Undang – Undang Ketenagakerjaan yang baru

2. Tolak HOSTUM (Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah)

3. Sahkan Undang-Undang PRT

4. Tolak impor mobil Pick up

Hindari Perpecahan, Rangkul Kembali Kawan – kawan

Ketua Umum PP SPEE, Ananto Prasetyo, mengingatkan agar dinamika yang terjadi dalam kongres tidak berujung pada perpecahan internal.

Ia berharap seluruh elemen SPEE FSPMI di Tangerang Raya, Cilegon, dan Serang dapat kembali dirangkul untuk memperkuat barisan perjuangan di bawah panji FSPMI.

SPPJM: Siap Kembangkan Sektor Perkapalan dan Maritim

Ketua Umum PP SPPJM (Serikat Pekerja Perkapalan dan Jasa Maritim), Kahar Cahyono, menyampaikan bahwa SPPJM saat ini merupakan salah satu SPA dengan jumlah anggota paling kecil. Namun, ia melihat potensi besar di Banten, terutama dengan adanya jalur penyeberangan Banten–Lampung dan banyaknya pekerja sektor maritim serta nelayan.

Ia mengajak pengurus di Banten untuk aktif melakukan sosialisasi dan mengorganisir pekerja sektor perkapalan dan jasa maritim agar bergabung ke SPPJM. Di Cilegon sendiri telah terbentuk dua PUK sebagai modal awal pengembangan sektor ini di FSPMI.

SPLP FSPMI Perluas Sektor ke Pertambangan

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PP SPLP FSPMI Supriyanto, menyampaikan bahwa dinamika dalam kongres adalah hal yang wajar dalam organisasi besar.

Ia menjelaskan bahwa dalam Kongres VII, sektor SPL resmi diperluas menjadi SPLP (Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan), sebagai strategi memperluas basis ke sektor pertambangan.

“Penambahan sektor pertambangan bertujuan agar SPLP tumbuh lebih besar dan mampu merekrut pekerja di sektor pertambangan,” ujarnya.

Supriyanto juga mengingatkan pentingnya menjauhkan ego sektoral demi menjaga keutuhan organisasi serta memperkuat legal standing FSPMI sebagai organisasi perjuangan buruh yang solid dan berwibawa.

Konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi FSPMI Banten untuk meneguhkan kembali persatuan, memperkuat struktur, serta menyatukan langkah dalam menghadapi agenda perjuangan ke depan.

Pos terkait